Darah Mengalir di Tembok, Ternyata Ada Mayat di Plafon – Berita Kota Kendari
Headline

Darah Mengalir di Tembok, Ternyata Ada Mayat di Plafon

Penemuan Mayat Di Atas Plafon Rumah.

Penemuan Mayat Di Atas Plafon Rumah.

KENDARI, BKK– Bak film horor, Helti (39), warga Lorong Kali Wanggu, Jl Laode Haddy, Bonggoeya, Kadia, Kendari, ketakutan setengah mati saat melihat ada kucuran darah yang mengalir dari plafon sampai ke lantai kamar mandinya, Rabu (2/3) subuh sekitar pukul 05.00.

Dia pun membangunkan seisi rumah untuk mengecek asal darah tersebut. Namun betapa terkejutnya mereka saat tahu bahwa darah itu berasal dari sesosok mayat di atas plafon yang tak lain adalah si pemilik rumah.

Peristiwa ini pun sontak membuat warga setempat geger. Lelaki malang tersebut adalah Mabnun Hatma (47), suami Helti. Saat ditemukan, jenazah Mabnun ditemukan dalam posisi telungkup dan hanya mengenakan celana pendek. Mayat Mabnun tak sempat dievakuasi karena khawatir kematiannya akibat kesetrum. Dalam kondisi duka mendalam itu, pihak keluarga pun menghubungi PLN. Tak lama kemudian, petugas PLN Kendari bernama Istan datang dan mengecek kondisi jaringan listrik di plafon rumah berlantai dua itu.

Anehnya, Istan tidak menemukan sesuatu yang janggal. Kabel-kabel listrik tertutup sempurna dan sama sekali tidak membahayakan.

Aparat Polsek Baruga dipimpin langsung Kapolsek AKP I Ketut Arya Wijanarka SH SIK pun tiba bersama tim dokkes RS Bhayangkara untuk melakukan evakuasi mayat korban dari atas plafon.
Proses evakuasi ini cukup sulit karena posisi mayat berada di celah yang sempit. Namun akhirnya, tim evakuasi berhasil menurunkan jenazah karyawan swasta ini.

Jenazah yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu pun kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum.
Kapolsek Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Ketut Arya Wijanarka SH SIK mengatakan, visum dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Saat ini kita belum bisa memberikan keterangan, kita tunggu hasil visumnya. Apa (kematian) korban memang tersengat listrik atau karena hal lain,” terangnya saat ditemui di TKP.

Anak pertama korban yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) saat pulang ke rumahnya langsung memeluk ibu serta adiknya, seakan tidak percaya, bapaknya meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. (p4/aha)

To Top