SDN 1 Poasia Belum Mendapatkan Bantuan Pemerintah – Berita Kota Kendari
Beranda

SDN 1 Poasia Belum Mendapatkan Bantuan Pemerintah

KENDARI, BKK – Pasca kebakaran Sabtu (13/2) lalu, Sekolah Dasar Negeeri (SDN) 1 Poasia yang terletak di Jalan Bunggasi Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah setempat.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Poasia Bado SPd MPd, saat ditemui Jumat (26/02) mengatakan, pihaknya sangat berduka dengan bencana ini. banyak kerugian yang dialami akibat kejadian ini. Selain kehilangan fasilitas sekolah, sejumlah ijazah alumni yang belum sempat diambil oleh orang tua murid, juga ikut dilalap si jago merah.

Menurutnya, segala upaya tengah dilakukan untuk mendapatkan bantuan. Bahkan, baru-baru ini pihaknya harus berangkat ke Jakarta guna mencari solusi atas masalah ini.

Seperti diketahui, sekira tujuh ruangan hangus terbakar pada Sabtu (13/2) lalu. Kerugian tidak sedikit, di­taksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Kerugian itu timbul akibat sejumlah ruangan sekolah be­serta isinya yang rusak parah setelah diamuk si jago merah. Dari data yang dihimpun Berita Kota Kendari, ruang yang men­galami kerusakan parah adalah ruang kepala sekolah, ruang lab­oratorium komputer, ruang tata usaha dan tiga ruang belajar.

Dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian Sektor Poa­sia, penyebab kebakaran adalah arus pendek lis­trik yang memicu munculnya api. Peristiwa kebakaran tersebut diduga bersumber dari ruang tata usaha lalu menjalar ke ruang ter­dekatnya.

Api leluasa semakin membesar lantaran kejadian­nya saat subuh hari, sekitar pu­kul 05.00. Kobaran api baru ter­lihat oleh warga yang menunai­kan Salat Subuh di masjid.

Akibat dari kejadian itu, murid sekolah tersebut diliburkan saat itu. Namun, untuk tetap menjaga agar proses belajar mengajar tidak putus, pihak sekolah memutuskan membagi jadwal belajar mengajar pagi dan siang, dengan memanfaatkan ruangan yang ada, seperti, ruangan laboratorium dan ruangan musala.

Soal belum adanya bantuan dari pemerintah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Kota Kendari, Makmur, membenarkan hal tersebut. Namun demikian, pihaknya mengaku akan berupaya mencari solusi penyelesaiannya.

“Baru-baru ini saya baru pulang dari Jakarta bersama kepala sekolahnya. Kita akan meminta bantuan dana revitalisasi sekolah yang terbakar tersebut ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada kabar dari pusat, dan semoga kabar baik lah,” katanya saat diwawancarai jurnalis koran ini, Jumat (26/2).

Usulan permintaan dana pada pemerintah pusat dilakukan karena keterbatasan anggaran yang ada di Dikbud Kota Kendari. Pihaknya menyebut, anggaran yang ada sudah ada pembagiannya masing-masing.

“Kita tidak punya anggaran untuk hal yang tiba-tiba seperti itu. Semua sudah di ada pos-posnya. Makanya kita berupaya usulkan dana revitalisasi di pusat. Rencananya kalo misalkan bisa disetujui akan kita bangun lantai dua gedung yang terbakar itu. Termasuk musala biar tidak salat di luar lagi,” tambahnya. (p4-p3/jie)

Click to comment
To Top