Penipuan Bermodus Penggandaan Uang Ternyata Uang Mainan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Penipuan Bermodus Penggandaan Uang Ternyata Uang Mainan

Ilustrasi

Ilustrasi

#Pelaku Berhasil Kumpul Puluhan Juta Rupiah
#Korbannya Banyak
PASARWAJO, BKK – Seorang perempuan berinisial M ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Buton atas dugaan kasus penipuan, Kamis (25/02). Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita 48.684 lembar uang mainan berbagai pecahan rupiah.

Uang mainan itulah yang dijadikan alat untuk memuluskan aksi penipuan pelaku. Modus yang digunakan pelaku yaitu dengan menawarkan investasi penjualan barang antik. Setelah korban menanamkan modalnya, dalam waktu yang singkat dijanjikan keuntungan yang berlipat ganda.

Pelaku yang menjalankan aksi penipuannya sejak Juli 2015 itu, kemudian didesak para korbannya yang tidak sabar lagi dengan keuntungan yang dijanjikan pelaku.

Pelaku kemudian mengumpulkan para korban di sebuah rumah di bilangan Kelurahan Linggelingge Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.

Korban kemudian diberikan koper dan beberapa kantong plastik yang katanya berisi uang kepada para korbannya itu.

Namun pelaku berpesan untuk tidak membuka koper dan kantong itu sebelum ada petunjuk darinya, karena pelaku terlebih dahulu akan melakukan beberapa ritual gaib.

Kapolres Buton Ajun Komisartis Besar Polisi (AKBP) Wibowo SIK Wibowo mengungkapkan, total ada 11 orang yang baru diketahui menjadi korban pelaku. Para korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar lebih.

Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan ada korban-korban lain. Pasalnya, berdasarkan koordinasi dengan Polres Baubau, ada beberapa laporan yang masuk di Polres Baubau berkait kasus yang sama.

Pelaku kemudian ditangkap polisi setelah digerebek di rumahnya sekitar pukul 01.00 Wita, Kamis dini hari. Dari rumah itu pelaku juga mengamankan 16 orang lainnya. Selain itu ada dua rumah lain yang digeledah polisi yang ada kaintannya dengan tindak pidana penipuan itu.

Wibowo saat menggelar konferensi pers menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata pelaku merupakan residivis atau pernah dihukum penjara dengan kasus yang sama.

masih kata Wibowo, pelaku diduga dibantu dua orang lain yang kini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku terancam hukuman penjara empat tahun karena melanggar pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan. Namun, Polres Buton akan menyerahkan kasus itu ke Polres Baubau karena tempat kejadian perkara (TKP) atau tempat pelaku dan korban bertransaksi berlokasi di Kota Baubau.

“Untuk menetapkan si M ini sebagai tersangka itu nanti penyidik Polres Baubau yang tetapkan, nantilah ditanya lagi ke Polres Baubau, ya,” tutur Wibowo.

Sebelumnya, seorang korban, Hj Norma mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 62 juta kepada pelaku.

Norma tergiur dengan tipuan pelaku yang dijanjikan akan diganti sebesar Rp 1 miliar lebih. Setelah beberapa waktu, Hj Norma kemudian menagih uang itu kepada pelaku.

“Tapi dia ini janji-janji terus, sudah berapa kali kita dijanji,” bebernya, melalui kakak kandungnya, Binde Alimuddin ketika ditemui di Polres Buton. (k2/iis)

Click to comment
To Top