Telat Masuk Sekolah, Pelajar Ini Bikin Cerita Diculik – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Telat Masuk Sekolah, Pelajar Ini Bikin Cerita Diculik

Ratna Usai Melapor Dirinya Diculik Pada Polisi

Ratna Usai Melapor Dirinya Diculik Pada Polisi

RUMBIA, BKK- Polisi akhirnya menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan penculikan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) 01 Rumbia, Ratna (14).

Perempuan ini mengaku tidak diculik oleh siapa pun. Karena itu ia meminta polisi menghentikan mengejar tiga orang pemuda yang dituduh melarikan dirinya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rumbia Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muh Arman SH yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan, Kamis (25/2).

“Tidak benar telah terjadi upaya penculikan terhadap korban bernama Ratna itu. Ini diketahui setelah kami mengembangkan penyelidikan kasus ini,” katanya.

Awalnya, lanjut Arman, korban memang mengaku telah diculik tiga orang tak dikenal, namun terakhir dia (korban, red) mengaku itu jika hal tersebut tidak benar adanya.

Menurutnya, keterangan korban kepada pihak kepolisian terkait proses dugaan penculikan tersebut hanya sebatas akal-akalan korban saja, sebab dia takut pulang ke rumah karena telat masuk sekolah.

“Setelah kami interogasi, korban mengakui jika dia hanya berbohong. Dia mengaku jika dirinya takut pulang kerumah karena takut dimarahi sama ibunya,” tuturnya.

Diberitakan, kasus dugaan penculikan siswi yang mengaku telah diculik tiga orang pria tak dikenal ini terjadi pada Kamis (18/2) sekitar pukul 07.00 Wita, di Kelurahan Kasipute Kabupaten Bombana.

Korban mengaku, tidak menyadari jika ketiga pelaku mempunya niat buruk terhadap dirinya. Menurutnya, dalam perjalanan menuju sekolahnya, tiba-tiba ketiga pelaku menahannya.

“Tadi pagi itu saya mau ke sekolah. Pas tiba di simpangan, ada mobil yang tanya di mana lorong MTs (Madrasah Tsanawiah). Pas saya tunjuk, dia langsung tarik saya di dalam mobil. Jumlahnya ada tiga orang, terus sopirnya pake baju hitam,” cerita Ratna.

Dia juga mengaku, jika setelah dirinya berada di dalam mobil pelaku, hidungnya langsung disumpal dengan sapu tangan.

“Di situ saya langsung saya tidak sadarmi. Yang jelas, saya sadar kembali, itu orang-orang makan di rumah makan. Tapi saya tidak tahu di mana tempatnya. Di situ saya larimi sampai di rumah,” cerita Ratna kepada polisi. (cr2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top