Lingkar Sultra

Kasus Pengadaan Mobil BP2KB, Penjabat Setkab Muna Muna Diperiksa Jaksa

Syahrun dan La Bae diperiksa Jaksa

Syahrun dan La Bae diperiksa Jaksa

#Pengadaan Dibagi Dua
#Pengadaan Mobil dan karoseri
#Mobil dari PT Car Inti Amanah Kendari
#Karoseri dari Amanah Variasi Kendari

RAHA, BKK- Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha, Kamis (25/2), memeriksa Ketua Unit Pengadaan (ULP) pada Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Muna Syahrun ST, dan bendahara Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) La Bae.

Pemeriksaan berkait kasus pengadaan mobil operasional di BP2KB pada 2015 senilai Rp 351 juta.

Pengadaan mobil ini diduga bekas, karena ditemukan sejumlah kerusakan oleh panitia pemeriksa barang BP2KB, serta terindikasi bodong karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Karena rusak, akhirnya mobil tersebut ditolak oleh BP2KB.

Minggu lalu, Kajari Raha melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) La Ode Abdul Sofian SH MH sudah memeriksa Kepala BP2KB LM Safei SSTP MSi; panitia pemeriksa barang, Siti Samsiar cs; dan PPTK pengadaan mobil Drs Mujiru.

“Hari ini, (kemarin, red) Syahrun ini adalah penjabat yang mengadakan mobil operasional di BP2KB. Selain Syahrun, kita juga memeriksa bendahara La Bae dari BP2KB. Bendahara inilah yang mengeluarkan uang untuk pembelian mobil tersebut,” terang Sofian, kemarin.

“Dugaan sementara, ada penyimpangan dalam pengadaannya. Tapi, masih kita dalami. Yang penting penjabat pengadaan mobil kita periksa dulu. Kemudian, akan kita panggil pihak penyedia barang. Ada apa dengan mobil yang mereka adakan, hingga ditolak oleh BP2KB,” tambahnya.

Pengadaan Mobil dan Karoseri

Lebih jauh, dia mengatakan, bahwa pengadaan mobil itu dibagi dua paket, termasuk karoserinya.

“Setelah ini kita panggil lagi penyedia barang. Selain pengadaan barang, ada karoserinya. Kontrak karoserinya senilai Rp 54.700.000 atau kurang lebih Rp 54 juta. Sedangkan pengadaannya mobilnya senilai Rp 293 juta.

“Sistimnya uang sudah keluar, barang baru datang, dan diduga tidak sesuai spek. BP2KB sudah dua kali bersurat ke pihak perusahaan berkait berita acara penolakan mobil tersebut dan dipertegas dengan surat kedua, anehnya hingga kini pihak perusahaan, yaitu PT Car Inti Amanah di Kendari, tidak merespon hal ini.

“Kalau karoseri mobil ini juga diadakan di Amanah Variasi, juga di Kendari. Kita akan cek perusahaan ini. Jika dalam pemeriksaan nanti memang ada dugaan penyimpangan dalam pengadaan mobil ini, akan kita percepat proses kasusnya, demikian juga sebaliknya,” pungkasnya. (cr1/iis)

To Top