Berlagak Preman, 16 Tukang Parkir Liar Diamankan – Berita Kota Kendari
Beranda

Berlagak Preman, 16 Tukang Parkir Liar Diamankan

PARKIR LIAR 1Sedikitnya ada 16 orang pelaku parkir liar yang ada di Kota Kendari digelandang petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

KENDARI, BKK – Sedikitnya ada 16 orang pelaku parkir liar yang ada di Kota Kendari digelandang petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Puluhan orang tersebut diamankan dalam gelaran operasi Bina Kusuma Anoa 2016, yang dilakukan Direktorat Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polda Sultra, Kamis (25/2).

Dirbinmas Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Erfan Prasetyomengatakan, para pelaku itu tidak mematuhi perda dengan meminta ongkos parkir secara liar.

Selain itu mereka juga tidak dilengkapi standar operasional layaknya tukang parkir profesional seperti penggunaan uniform, sempritan, rompi, terutama karcis dari pemerintah. Sehingga para juru parkir itu terlihat berlagak preman di salah satu tempat umum.

“Ini adalah bentuk penindakan kita setelah sebelumnya kita lakukan pendataan dan pembinaa. Ini kita kenakan tipiring dan juga pembinaan,” tegas perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini.

Erfan berharap, pemerintah dalam hal ini Pemkot Kota Kendari dan Pemprov Sultra bisa turut serta melakukan kegiatan tersebut.

Pasalnya jika parkiran di Kendari dan seluruh wilayah Sultra, dikelola secara baik maka akan menghasilkan pendapatan daerah yang maksimal.

Namun sayang, sebut dia, pemerintah seakan tak acuh dan terkesan melakukan pembiaran. Sehingg, tegas Erfan, kegiatan kemanusiaan itu akan terus ditingkatkan dan terus dilaksakan hingga keadaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan premanisme bisa berkurang.

“Ini juga sebenarnya domain pemerintah. Pemerintah yang mengadakan atribut biar ketahuan bahwa tukang parkir, pakai karcis biar ada pemasukan buat daerah juga. Tapi kan ini tidak ada, asal tahu saja, yah, di Kendari ini parkir semuanya liar, kecuali Lippo, Bahteramas, dan Bandara.”

“Inilah hasilnya yang kami tangkap di Kendari, mereka tidak mengggunakan kelengkapan parkir. mereka meminta uang parkir lebih dari standar pembayaran dan kita sudah melakukan penegakan hukum,” tegasnya. (r2/iis)

Click to comment
To Top