Berkelahi, Dua Siswi Sekolah Ternama di Kendari Masuk Penjara – Berita Kota Kendari
Beranda

Berkelahi, Dua Siswi Sekolah Ternama di Kendari Masuk Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Tidak cuma pria, ternyata siswi juga punya geng. Baru-baru ini beredar video empat siswi yang masih berpakaian seragam salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kendari mengeroyok siswi salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) ternama, yang juga berpakaian seragam.

Dalam video berdurasi 33 detik itu, tidak jelas siapa pertama kali yang merekam adegan kekerasan yang sangat tidak layak dan mencoreng muka pendidikan di Kota Kendari ini.

Jika melihat rekaman video itu, salah satu siswi yang menggunakan seragam olah raga menyerang pelajar yang menggunakan seragam putih abu-abu rok panjang. Tendang, tarikan rambut dan pukulan tangan pun dari empat siswi diterima siswi rok panjang tanpa melakukan perlawanan.

Beruntung, aksi pengoroyokan tersebut tersebut langsung dilerai salah seorang siswi berbadan agak gemuk yang memakai sweater hitam. Kini, kasus tersebut telah ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga.

Kapolsek Mandonga Komisaris Polisi (Kompol) Robby Topan Manusiwa SIK saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan yang melibatkan para siswi dua sekolah ternama di Kota Kendari ini.

Dalam kasus ini pihaknya telah mengamankan dua tersangka, yakni masing-masing berinisial RDAS dan NN. Keduanya kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Mandonga.
Robby mengurai, insiden kasus dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Wayong II Dalam pada 1 Februari 2016 sekitar pukul 14.30 Wita. Itu bermula, RDAS cs menuding korban berinisial AM, sebagai pencuri catok rambut milik teman satu sekolah mereka, berinisial WD.

Karena merasa tidak benar dan tidak senang dengan tuduhan tersebut, AM mengajak WD selaku pemilik catok rambut untuk bertemu dan mebicarakan masalah tersebut dengan cara baik-baik.

Keduanya sepakat bertemu di Jalan Wayong II Dalam tepatnya di rumah milik salah satu teman mereka berinisial Bo.

Di situ, siswi berinisial PH yang tidak lain teman satu sekolah WD, memaksa korban untuk mengakui bahwa dia yang mencuri catok tersebut. Namun, karena merasa benar-benar bukan dia pelakunya, AM tidak mengaku.

Karena terus dibawah tekanan dan ancaman, jika tidak mengaku akan dipukul. Sehingga, dengan terpaksa AM mengakui hal yang tidak dilakukannya itu.

Dengan pengkuan terbut, AM bukannnya mendapat perlakuan baik, malah diperlakukan sebaliknya. Mulai diteriaki pencuri hingga dianiaya oleh empat siswi, yakni RDAS, NN De dan As.

“Korban mengaku, akibat tidak bisa menahan rasa sakit yang diderita karena perlakuan para tersangka,” ujar Robby saat ditemui di ruang karjanya, Kamis (25/2).
Setelah mengakui perbuatannya korban disuruh pulang sambil diteriaki maling dan didorong-dorong kepalanya oleh siswi As. Kemudian, NN datang menendang AM tepat ke paha bagian depan. RDAS menarik rambut serta memukul AM tepat dibagian kepala sebanyak lima kali.

Mengetahui hal itu, Bo langsung melerai mereka dan memanggil AM masuk di rumahnya yang semula menjadi tempat pertemuan korban dan para tersangka. Hanya saja pemukulan terjadi di laur rumah.

Masih kata Robby, setelah sampai dalam rumah milik Bo, tersangka NN kembali mendatangi dan merampas uang milik AM.

“Hingga kini kami belum mengetahui siapa yang merekam insiden tersebut. Rekamannya kami terima dari korban saat datang melapor,” mantan Kasatreskrim Polres Kendari ini.

Tidak terima dengan hal itu, AM langsung mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Mandonga guna mengadukan hal yang dialaminya tersebut.

Lebih lanjut perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara. (r2/iis)

To Top