Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kendari, BKK- Penasihat hukum Sionidar, Rizal Akman, menyebut dengan pengembalian uang kerugian negara Rp 2,3 miliar, kini menjadi jelas siapa otak pelaku kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara (Konut) 2012.

Itu diungkapkan, usai sidang tututan Sionidar yang batal dilakukan karena penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum merampungkan berkas tuntutan.

“Klien saya tidak menerima uang (dalam kasus korupsi, red) tersebut dan saya pikir semua itu sudah jelas siapa otak pelaku dari semua ini,” ujarnya.

Masih kata Risal, dari hasil pengembalian kerugian negara pada Selasa (24/2), sudah dapat diketahui siapa pelaku semua itu yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 2,3 miliar.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Sultra Yunan Harjaka SH MH mengatakan, ada tersangka lainya, yakni Bupati Konut Aswad Sulaiman yang mengakui semua hasil uang senilai Rp 2,3 miliar adalah hasil dari korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut.

Meskipun, penasihat hukum Aswad Sulaiman, Abdul Razak Naba SH membantah bahwa uang tersebut merupakan pengembalian dari Aswad.

“Itu tidak benar. Klien saya tidak pernah mengetahui uang tersebut berasal dari mana, apalagi sampai mengembalikan uang hasil korupsi yang mengakibatkan kerugian negara kepada pihak Kejati,” tangkisnya.

Dikonfirmasi kembali, Wakajati Yunan Harjaka menegaskan, uang Rp 2,3 miliar itu adalah uang pengembalian kerugian negara yang dilakukan oleh Aswad sendiri dari hasil korupsi yang dilakukan.

“Ini bukti penerimaanya yang disaksikan dan ditandatangani langsung oleh Aswad sendiri sekaligus pengacaranya itu,” tegasnya, kemarin. (p5/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top