Kasuistika

Polisi Lengkapi Berkas Bandar Sabu-Sabu asal Unaaha

KENDARI, BKK – Polisi tengah menunggu hasil sampel urine, darah, dan barang bukti tiga tersangka kasus dugaan peredaran gelap narkoba dari Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar, dalam kasus 44 gram Sabu-Sabu, penangkapan di Unaaha Kabupaten Konawe.

Hasil Labfor untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara tiga tersangka yang ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) baru-baru ini.

Ketiganya adalah Ridwan alias Anto (51) selaku bandar, serta dua kurir, Heri (28) dan Ahmad Jufri (55) yang selama ini beroperasi di Unaaha Kabupaten Konawe dan sekitarnya.

“Penyidik sedang menunggu hasil Labfor, kalau sudah ada berkas langsung dikirim ke jaksa,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Rabu (24/2).

Menurut perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, hasil Labfor sangat penting, selain untuk memastikan jenis narkoba yang digunakan tersangka, itu juga menjadi keterangan ahli untuk kelengkapan berkas perkara.

Diketahui, penangkapan tiga tersangka dilakukan pada 17 Februari 2016. Dari tangan ketiganya polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 43,90 gram.

Petugas pertama kali menciduk Ahmad Jufri, di Jalan Diponegoro Unaaha sekitar pukul 04.30 Wita. Terhadap diri Jufri disita tujuh paket sabu-sabu yang berukuran sedang dan kecil seberat 6, 53 gram.

Selain itu, barang bukti lain yang diamankan adalah uang tunai sebesar RP 726 ribu, satu hanphone (hp), dua bungkus rokok kosong yang dugunakan sebagai tempat menympan sabu-sabu.

Hasil pengembangan Jufri, polisi Anto dan Heri yang kala itu keduanya sedang bersama. Di tangan keduanya petugas menyita beberapa barang bukti, yakni empat paket sabu, yang terdiri dari satu paket besar dan tiga paket ukuran sedang, seberat 37,37 gram. (r2/iis)

To Top