Jangan Sampai Tradisi Tolaki Tinggal Sejarah – Berita Kota Kendari
Headline

Jangan Sampai Tradisi Tolaki Tinggal Sejarah

Pembukaan pameran pembangunan yang merupakan rangkaian pesta Hari Ulang Tahun Kabupaten Konawe ke-56, di Unahaa, Rabu (24/2), benar-benar meriah. Karnaval yang mengangkat budaya dan tradisi Tolaki dipertontonkan oleh seluruh rombongan peserta yang terdiri dari perwakilan SKPD hingga organisasi masyarakat.

Pembukaan pameran pembangunan yang merupakan rangkaian pesta Hari Ulang Tahun Kabupaten Konawe ke-56, di Unahaa, Rabu (24/2), benar-benar meriah. Karnaval yang mengangkat budaya dan tradisi Tolaki dipertontonkan oleh seluruh rombongan peserta yang terdiri dari perwakilan SKPD hingga organisasi masyarakat.

Dari Pembukaan Pameran Pembangunan HUT Konawe ke-56

Rombongan karnaval ini menjadi semacam pesta terbuka di jalan-jalan utama Unaha, terutama rute yang dilewati oleh peserta karnaval, yakni dari Lapangan Monapa menuju ke Lapangan Kantor Bupati Konawe. Para warga pun dimanjakan dengan pemandangan karnaval yang menampilkan beragam pakaian khas Tolaki penuh warna. Mulai dari pakaian penari khas kerajaan, hingga busana pengantin, dikenakan oleh para peserta.

Ketika rombongan karnaval sampai di depan panggung kehormatan, di mana Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa duduk bersama pejabat dan tokoh masyarakat, para peserta kembali mempertontonkan kesenian khas Tolaki, diantaranya Mondinggu atau tarian untuk perayaan panen padi, tarian lulo dan musik bambu.

Hiburan lainnya yang tak kalah meriah adalah pertunjukkan massal musik bambu yang dimainkan oleh ratusan pelajar Konawe. Para penonton pun dibuat berdecak kagum oleh harmoni musik yang tercipta dari kekompakan para pemain.

Kery dalam sambutannya mengaku sangat bahagia melihat adanya perubahan suasana dalam perayaan HUT kali ini. Dia mengakui perayaan tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.
Bupati juga menekankan sangat penting mengangkat ciri khas Tolaki dalam perayaan HUT kali ini.

Suku Tolaki yang merupakan mayoritas di Konawe sudah membangun peradaban masyarakat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Untuk itu, generasi muda yang kini menjadi masyarakat moderen harus mempertahankan identitasnya sebagai suku Tolaki.

“Ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Supaya generasi sekarang ini tidak melupakan tradisi asli kita,” paparnya.
Dikatakan, globalisasi saat ini menjadi tantangan berat dalam mempertahankan tradisi dan identitas kesukuan. Apalagi, negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sudah menyetujui perdagangan bebas lintas Asia yang disebut MEA. Itu berarti, arus Warga Negara Asing yang lebih besar dari sebelumnya tak dapat dielakkan.

Kedatangan WNA tentu saja tidak sekadar mencari uang di negara kita, tetapi juga turut serta membawa kultur kebudayaannya. Nah, Kerry mengaku khawatir akan terjadi perubahan tatanan budaya asli, termasuk budaya Tolaki. Apalagi, masyarakat masih menganggap kebudayaan orang luar negeri lebih maju. Sebuah anggapan yang menurutnya sangat keliru.

Untuk itulah, membuat karnaval dalam pesta perayaah HUT ini merupakan upaya Pemkab Konawe dalam melestarikan sekaligus melindungi keaslian tradisi Tolaki. Selain itu, Pemkab dan DPRD Konawe telah bekerjasama menyusun regulasi tentang pelestarian budaya dan situs-situs sejarah lokal setempat.

Peradaban Kerajaan Konawe akan dijadikan sebagai ikon wisata baru di Kabupaten Konawe. Pasalnya, potensi ini cukup besar bila dikelola. Bahkan bisa menyamai Bali yang sudah populer karena wisata budayanya.

DPRD pun telah berkomitmen memberikan dukungan anggaran untuk menjalankan program pelestarian tradisi dan kebudayaan Tolaki. Kerry juga sudah meminta dukungan pusat.

“Selama ini yang kita prioritaskan hanya infrastruktur . Sementara pelestarian budaya kurang diperhatikan. Olehnya itu pada periode ini . Sektor wisata sejarah ini juga saya prioritaskan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kerry mengaku baru saja melakukan ziarah ke Makam Raja Lakindende. Ziarah tersebut juga menjadi proses rangkaian HUT yang digelar selama lebih sepekan, yakni 25 Februari – 3 Maret. (aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top