5 Jam Diperiksa, Bupati Konut Tidak Ditahan – Berita Kota Kendari
Headline

5 Jam Diperiksa, Bupati Konut Tidak Ditahan

Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Bupati Konut Tahap II dan III

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan pengembangan terkait kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara (Konut) tahap II dan III tahun 2010 dan 2011.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama lima jam tersangka, Aswad Sulaiman selaku Bupati Konut pihak Kejati Sultra tidak melakukan penahanan.

Pemeriksaan kepada orang nomor satu di Konut itu dilakukan di ruang penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Sultra sejak pukul 14.00 Wita sampai 19.30 Wita dengan cara tertutup.

Seharusnya dalam agenda pemeriksaan Aswad sebagai tersangka dilakukan pemeriksaan pada pukul 09.00 Wita namun Aswad tiba di kejati pukul 14.00 Wita.

Aswad yang hadir dengan menggunakan pakaian Dinas Bupati Miliknya, didampingi langsung oleh Penasihat Hukumnya, Abdul Razak Naba menuju ruang pemeriksaan penyidik Kejati Sultra, Rabu (24/2) melalui pintu samping Kejati Sultra.

Setelah menunggu lima jam pemeriksaan Aswad langsung keluar dan didampingi oleh Penasihat Hukumnya serta beberapa orangnya yang menghalang-halangi wartawan untuk mengambil gambar dan Aswad sama sekali enggan berkomentar terkait pemeriksaannya begitu juga dengan penasehat hukumnya enggan memberikan komentar dan langsung keluar lewat pintu belakang tempat dimana Aswad datang dan langsung naik di mobil pribadinya.

Dikonfirmasi kepada Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sultra, Yunan Harjaka SH MH mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada Aswad Sulaiman dengan dilontarkan beberapa bertanyaan dengan kapasitasnya sebagai tersangka.

“Kami telah melakukan pemeriksaan kepada Aswad Sulaiman, namun kami tidak melakukan penahanan dikarenakan dia (Aswad Sulaiman) masih bersikap Kooperatif dan itu dari hasil pertimbangan penyidik,” katanya.

Menurut Wakajati tidak dilakukannya penahanan dikarenakan ada jaminan dari keluarga Aswad Sulaiman yakni kemenakan Aswad.

“kami tidak melakukan penahanan karena ada jaminan dari Aswad Sulaiman yakni kemekanannya sendiri atas nama Andi Pratama, dan menurut kami ini tidak ada hubungannya dengan tebang pilih antara Aswad dan tersangka lainnya,” ujarnya.
Masih kata Yunan pihaknya akan kembali memanggil Aswad Sulaiman, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Yang pasti kami tetap akan kembali memanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan sekarang ini Aswad itu telah kami cekal dan dirinya wajib lapor kesini tiap hari kamis nantinya, dalam kasus ini Aswad dijerat pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini mengandung ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara,” tutupnya. (p5)

To Top