Beranda

UMK Masih Mengacu UMP

KENDARI, BKK – Upah Minimum Kota (UMK) saat ini masih mengacu pada Upah Minimum Propinsi (UMP). Pasalnya, hingga saat ini hasil sidang yang dilakukan bersama dewan pengupahan pada Desember lalu belum diserahkan dan ditanda tangani Walikota Kendari dan Gubernur Sultra.

Hal ini disampaikan oleh, kepala bidang hubungan industrial dan pengawasan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Kendari, Laode Darmansyah. Ia menyebut hingga saat ini UMK masih mengikuti UMP yakni Rp 1.850.000. Dasarnya adalah Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015.

“Kalau ditanya mengenai masalah UMK, sambil menunggu hasil sidang kemarin yang memutuskan kenaikan UMK, untuk sementara jumlahnya masih mengacu pada UMP yakni Rp 1.850.000. Dasarnya adalah Peraturan Pemerintah dan itu tidak menyalahi,” katanya saat ditemui diruangannya, Selasa (23/2).

Sampai saat ini ia belum menyetorkan hasil sidang bersama dewan pengupahan karena belum mendapatkan instruksi dari atasannya yakni kepala Dinsosnakertrans. Ia baru akan menyetorkan laporan hasil rapat tersebut jika sudah diperintahkan oleh atasannya.

“Berkasnya sudah lengkap tinggal dibawa saja di Walikota. Saya kan punya atasan, kalau atasan saya sudah meminta saya untuk menyetorkannya, langsung saya bawakan di Walikota. Mungkin Kadis saya berpikir sekarang ini perekonomian lagi sulit sehingga jika ini berlaku sekarang maka akan banyak pekerja yang kena PHK,” ujarnya.

Sebelumnya pada 17 Desember 2015 lalu, La Ode Darmansyah mengatakan, Dinsosnakertrans telah melakukan rapat yang dihadiri oleh wakil ketua dewan pengupahan. Dalam rapat tersebuh diputuskan bahwa UMK untuk Kota Kendari sebesar Rp 2.010.000 dari sebelumnya Rp 1.850.000.

Penetapan UMK tersebut dilakukan berdasarkan jumlah inflasi dan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) serta mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

“Penetapannya sesuai dengan tingkat inflasi dan PDRB. Acuannya Ini adalah Peraturan Pemerintah. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan UMK tahun 2015,” katanya. (p3/jie)

To Top