Tagihan Listrik Naik Berkali Lipat, PLN Kolaka Diduga Curang – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Tagihan Listrik Naik Berkali Lipat, PLN Kolaka Diduga Curang

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala PLN: Kalau Ada yang Salah, Saya bayarkan

KOLAKA, BKK- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka meng-hearing PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kolaka, Selasa (23/2), berkait melonjaknya tagihan listrik masyarakat sampai berkali lipat.

“Ini ada yang main-main. Pasti ada kesalahan teknis di sini,” semprot Ketua Komisi III Muh Ajib Madjid, saat rapat dengar pendapat (RDP).

“Jadi, ndak usah disembunyikan, kita selesaaikan di sini supaya masayarakat tidak lagi mengeluh,” katanya.

Politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mencontohkan, salah seorang warga bernama Sitti pada Desember 2015 mendapat tagihan Rp 643.000 di mana sebelumnya tidak pernah membayar sebesar itu.

Gilanya, pada Januari 2016 melonjak hingga Rp 2.673.000 atau kurang lebih Rp 2,6 juta. Menurut Ajib, jika terjadi penumpukan, seharusnya tidak berturut-turut.

Hal yang sama disampaikan politikus Partai Demokrat, Rusman, yang mengaku mendapat laporan dari seorang tukang kebun yang biasa membayar listrik Rp 100 ribu per bulan tiba-tiba harus membayar Rp 1,9 juta.

“Mau bayar pake apa dia. Pendapatnnya saja tidak mencukupi. Makanya dia bilang lebih baik pake pelita saja kalau begini,” beber Rusman.

Kepala PLN Kolaka Yusuf Dullah soal ini menegaskan, tidak ada permainan dengan naiknya tagihan listrik. Dikatakan, apa yang tertera sudah sesuai dengan sistem yang digunakan saat ini.

Dia mengakui, para pelanggan pascabayar pasti akan kaget dengan tagihannya saat ini, sebab sejak dua bulan terakhir, PLN sudah menggunakan sitem pencatatan meteran dengan menggunakan billman with smartphone.

Yaitu, menggunakan pemotretan dengan aplikasi smartphone, sehingga kesalahan pencatatan manual sebelumnya menumpuk dan menjadi beban bagi pelanggan.

“Memang dulunya, selama pencatatan meteran secara manual terjadi kesalahan. Namanya manusia pasti ada kesalahan. Lalu, biasanya pelanggan juga sering menyampaikan pada petugas jangan kasih tinggi-tinggi mencatatnya.”

“Itulah makanya terjadi penumpukan tagihan sekarang, setelah kita gunakan billman with smartphone. Aplikasi ini tidak bisa bohong lagi, dan itu tertera sesuai apa yang ada di meteran pelanggan.”

“Kalau ada yang keberatan, silakan datang ke kantor, kita perlihatkan nomor meternya. Kalau ada yang salah, saya bayarkan,” tantang Yusuf.

Yusuf juga menyampaikan, pihaknya siap memberikan kebijakan bagi para pelanggan untuk membayar tagihannya secara berangsur, asal datang melapor ke Kantor PLN.

“Sebab itu sudah menjadi tagihan negara dan sudah masuk dalam sistem,” katanya. (cr3/iis)

Click to comment
To Top