Jual Sabu-Sabu, Oknum Pegawai Pemkot Kendari Ditangkap Basah – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jual Sabu-Sabu, Oknum Pegawai Pemkot Kendari Ditangkap Basah

Basri (baju kemeja) memeriksa AT. (Foto: KASMAN/BKK)

Basri (baju kemeja) memeriksa AT. (Foto: KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Kota Kendari yang bekerja di kantor Kelurahan Mokoau ditangkap polisi, karena terlibat kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Tersangka yang diketahui berisial AT (42), dicokok di rumahnya, di Jalan Mekar Jaya I Kompleks BTN Mekarindo Keluraha Kadia Kecamatan Kadia, Senin (22/2) sekitar pukul 22.45 Wita.

Dari tangan tersangka, petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, berhasil menyita barang bukti tiga paket sabu seberat 0,8 gram.

Kasatnarkoba Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Basri SH mengatakan, penangkapan itu bermula dari informasi masyarakat yang mengetahui tersangka terlibat peredaran gelap dan penyalahgunaan sabu.

Untuk memastikan informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan cara mendatangi kediaman milik tersangka sekitar pukul 21.15 Wita. Satu petugas berhasil ketemu dengan tersangka setelah menyamar sebagai pembeli sabu.
Lalu kebenaran terungkap manakala tersangka memberikan satu paket sabu seharaga Rp 300 ribu terhadap pelanggannya yang merupakan polisi. Sabu itu, dibungkus dengan kantong plastik bening.
Meski sudah benar AT memilik sabu, namun petugas tersebut tidak langsung melakukan penangkapan.

Ia langsung pulang mengatur rencana menunggu momen tepat untuk meringkus AT.

Sejam lebih berlalu, beberapa petugas kembali mendatangi rumah AT. Tanpa berkutik AT diborgol dan diminta menunjukan sisa barang barang haram yang belum laku dijual.

“Setelah kita lakukan penggeledahan dalam dalam kamar tempat tidur tersangka, kita temukan lagi dua paket sabu, satu alat pengisap sabu, satu pireks yang berisi sisa serbuk sabu, satu korek gas, satu sumbu, satu sendok sabu, dan satu hanphone (hp). Semua barang bukti itu kita temukan dalam lemari plastik tempat pakaian,” terang Basri di ruang kerjanya, Selasa (23/2).
Usai penggeledahan, tersangka berikut barang bukti dibawa ke Mapolres Kendari guna proses lebih lanjut.

Kendati demikian, sambung dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah tersangka sebegai bandar atau kurir. Karena pihaknya masih harus melakukan pengembangan lebih mendalam.

“Masih kita pengembangan apakah dia (AT, red) sebagai bandar atau kurir,” ujarnya.
Lebih lanjut Basri mengatakan, para tersangka dijerat pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara.

Di tempat yang sama, tersangka AT mengaku, sabu yang dimilikinya tersebut hanya untuk dipakai sendiri dan itu berlangusng sedah lebih dari sebulan. Barang haram tersebut, katanya, diperoleh dari seorang temannya.

Diungkapakan, dalam setiap pemesanan, ia selalu meminta paket Rp 500 ribu. Kemudian sabu tersebut dipisahkan pada beberapa tempat sehingga menjadi peket dengan haraga Rp 300 ribu.

“Barang ini hanya untuk pake-pake sendiri saja,” kata pria beranak lima yang diangkat jadi ASN pada 2009 lalu ini. (r2/iis)

Click to comment
To Top