Dulu Dibiarkan, Pas Menghilang, Pemkot Grasak-Grusuk – Berita Kota Kendari
Beranda

Dulu Dibiarkan, Pas Menghilang, Pemkot Grasak-Grusuk

Kantor FSBDSI yang berada di Puuwatu yang sudah dikosongkan. (FOTO: AWAL/BKK)

Kantor FSBDSI yang berada di Puuwatu yang sudah dikosongkan. (FOTO: AWAL/BKK)

*FSBDSI Berjanji Lagi Dana Cair Maret

KENDARI, BKK – Masih ingat dengan Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI)? Ya, organisasi buruh yang sempat berkantor di Punggolaka itu saat ini sudah hilang tanpa jejak. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di kantor itu.
Padahal, banyak masyarakat yang sudah menyetor sejumlah uang dengan iming-iming imbalan gaji Rp 7 juta per bulan. Ujung-unjungnya gigit jari.

Lucunya, saat pengurus FSBDSI masih aktif dengan membuka kantor, pemerintah Kota Kendari terkesan tidak punya sikap jelas ‘menumpas’ organisasi ‘tipu-tipu’ itu.

Giliran sudah menghilang, barulah pemerintah Kota Kendari grasak-grusuk mencari dan melacak keberadaan pengururs-pengurus FSBDSI.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, akan terus mencari dan melacak keberadaan pengurus FSBDSI. Pasalnya, pengurus organisasi tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak sejak beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan, menghilangnya para pengurus FSBDSI semakin menguatkan dugaan penipuan. Dimana, organisasi tersebut merekrut dan meminta biaya administrasi sebesar Rp 350.000 kepada masyarakat untuk bergabung menjadi anggota dengan iming-iming gaji Rp 7.000.000 perbulan dari Bank Dunia.

“Tidak kelihatan sekarang pengurusnya. Kantor sekretariatnya saja sudah dikosongkan, tidak ada aktivitas lagi disana. Atribut lainnya seperti bendera sudah tidak ada lagi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/2).

Hal ini diketahuinya berdasarkan laporan yang diberikan oleh anggotanya setelah melakukan pengecekan di kantor sekretariat FSBDSI yang berada di Kelurahan Puuwatu.

Masih berdasarkan laporan anggotanya, rupanya organisasi ini kembali menjanjikan gaji Rp 7 juta per bulan akan diterima masyarakat yang telah masuk menjadi anggota pada bulan Maret mendatang. Padahal sebelumnya, iming-iming pemberian gaji tersebut akan diberikan pada bulan Desember dan Januari lalu namun terus diundur dengan alasan yang tidak jelas.

“Katanya Maret lagi akan diberikan, tapi kantornya sudah kosong begitu. Padahal setelah dicek sama anggota saya, kontrakan mereka yang dijadikan sebagai kantor itu masih lama. Kasian sama masyarakat yang lebih seribu itu yang sudah mendaftar,” tambahnya.

Karena itu, pihaknya akan terus berkordinasi bersama jajaran Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) guna melacak keberadaan pengurus FSBDSI untuk mempertanggungjawabkan uang dan iming-iming yang telah diberikan terhadap masyarakat.

“Ada kabar-kabar yang katanya mereka sudah pindah kantor di sekitaran Rumah Sakit Jiwa sana, tapi setelah kita cek tidak ada. Pastinya kita akan terus berupaya mencarinya,” ujarnya. (p3/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top