Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Terjadi di Butur – Berita Kota Kendari
Headline

Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Terjadi di Butur

RESMIKAN PELABUHAN. Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan berjalan kaki bersama Gubernur Sultra, Nur Alam serta para pejabat lainnya saat akan meresmikan Pelabuhan Amolengo, di Desa Amolengo Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konsel, akhir pekan lalu.

RESMIKAN PELABUHAN. Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan berjalan kaki bersama Gubernur Sultra, Nur Alam serta para pejabat lainnya saat akan meresmikan Pelabuhan Amolengo, di Desa Amolengo Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konsel, akhir pekan lalu.

#Menteri Jonan Resmikan Pelabuhan Amolengo-Labuan

KENDARI, BKK– Impian masyarakat Buton Utara untuk merasakan harga produk yang lebih murah dan kebutuhan hidup yang mudah terjangkau, akhirnya terealisasi dengan diresmikannya dua pelabuhan penyeberangan di Buton Utara dan di Konawe Selatan.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignasius Jonan, Sabtu (20/2), meresmikan dua pelabuhan penyeberangan tersebut, yakni Pelabuhan Amolengo di Kabupaten Konawe Selatan dan Pelabuhan Labuan di Kabupaten Buton Utara (Butur).

Dengan akses transportasi yang lebih besar, masyarakat Buton Utara serta masyarakat di kepulauan yang terhubung dengannya diharapkan segera dapat merasakan pertumbuhan ekonomi.

Selain dua pelabuhan itu, Menhub juga meresmikan pengoperasian satu unit kapal penyeberangan Roro berkapasitas 500 groston (GT), Kapal KMP Bahteramas II, di Desa Amolengo Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konsel.

Jonan mengaku, peresmian dua pelabuhan ini cukup telat dari rencana sebelumnya yang harusnya dilaksanakan tahun lalu. Walau begitu, dia berharap keberadaan dua pelabuhan ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitarnya.

“Kalau sudah terkoneksi, harapannya pasti terjadi pergerakan orang. Agar masyarakat dapat terlayani dengan baik, harganya terjangkau, usahakan seluruh Indonesia dilayani kapal yang bagus,” kata Jonan usai memantau langsung peresmian kapal roro Bahteramas II.

Menhub menjelaskan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah menargetkan hingga 2019 semua pulau dari Sabang sampai Merauke yang dihuni masyarakat harus terhubung satu sama lain.

Khusus pulau yang memiliki jarak pendek, Jonan meminta pada Gubernur Sultra Nur Alam untuk menyediakan kapal perintis berkapasitas 2.000 GT. “Tinggal usulkan saja ke pemerintah pusat,” terang Jonan.

Sedang transportasi antardaerah yang jaraknya cukup jauh, Jonan meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengoptimalkan lima bandara di Sultra, masing-masing Haluoleo (Kendari), Matahora (Wakatobi), Beteoambari (Baubau), Sangia Ni Bandera (Kolaka) dan Sugimanuru (Muna). “Di Sultra ada lima bandara dan semuanya bagus. Bisa didarati pesawat jet,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Nur Alam menyatakan rasa syukurnya atas peresmian dua pelabuhan penyeberangan ini. Keberadaan dua pelabuhan ini tidak saja menjadi penghubung antara Konsel dan Pulau Buton, tetapi lebih diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir bagian Utara Konsel.

“Kegiatan ekonomi akan menggeliat di sini. Akan banyak yang buka usaha. Masyarakat juga akan lebih gampang mengakses teknologi yang lebih mutakhir,” paparnya.

Di hadapan Menteri Jonan, Nur Alam meminta kondisi penyeberangan dan infrastruktur di Sultra lebih diperhatikan. Sebab, kata dia, Sultra masih banyak membutuhkan dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan.

“Seperti di Teluk Kendari. Kita berharap Pak Menteri bisa membantu dalam proses pengerukannya (untuk memudahkan transportasi laut),” harapnya.

Penyeberangan 14 Kali Seminggu

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Darat Sugihardjo menyebutkan, pembangunan pelabuhan penyeberangan Amelango menelan anggaran APBN sebanyak Rp 55 miliar dengan masa pembangunan selama empat tahun sejak 2012 sampai 2015. Sedangkan Pelabuhan Labuan menyerap anggaran sebanyak Rp 39 miliar dengan masa pembangunan kurang lebih lima tahun dari 2010 sampai 2015.

Adapun kapal Ro-Ro KMP Bahteramas II mampu menampung 188 penumpang, 22 truk dan 7 mobil. Pengadaan kapal tersebut ditanggung APBN selama dua tahun anggaran, yakni 2014-2015. Kapal Bahteramas II sendiri diproduksi dengan biaya sebesar Rp 28.6 miliar.

Dengan jarak sepanjang 8 mil, Amolengo ke Labuan akan ditempuh dengan KMP Bahteramas II sekitar 30 menit setiap tripnya. Nantinya, lanjut dia, operasional kapal akan disubsidi sebesar Rp 3.4 miliar per tahun oleh pemerintah pusat. Subsidi itu untuk 660 trip dalam satu tahun atau 14 trip setiap minggunya.
“Kapal ini, akan dioperasikan oleh PT ASDP,” pungkasnya.

Oleh ASDP, tarif menyeberang di pelabuhan ini telah ditetapkan. Khusus penumpang dewasa, tarifnya Rp 12.000. Sedangkan penumpang anak tarifnya Rp 6.000.

Untuk kendaraan, tarifnya bervariasi tergantung golongannya.Untuk golongan II atau kendaraan motor Rp 18.000 per unit. Golongan III tarifnya Rp 63.000 dan golongan IV Rp 165.000.

Peresmian pelabuhan ini turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Umar Arsal, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Bupati Butur Abu Hasan, Penjabat (Pj) Bupati Konsel Irawan Laliasa dan unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) lainnya. (r1/b/aha)

Click to comment
To Top