Empat dari Lima Formatur Pilih Nur Alam – Berita Kota Kendari
Headline

Empat dari Lima Formatur Pilih Nur Alam

KENDARI, BKK—Seperti yang diperkirakan, empat dari lima formatur sepakat untuk memilih kembali Nur Alam memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara satu formatur yang tersisa, Asrun, memilih dirinya sendiri.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari di Hotel Grand Clarion, Sabtu (20/2), dari lima formatur, hanya Nur Alam yang tidak hadir dalam musyawarah tersebut. Empat formatur lainnya, Abdurrahman Saleh, Umar Samiun, Kerry Syaiful Konggoasa dan Asrun dilaporkan terlibat pembicaraan alot.

Sidang formatur yang dipimpin Abdurrahman Saleh ini, disimpulkan tiga orang formatur, Abdurrahaman Saleh, Kerry Syaiful Konggoasa dan Umar Samiun. Mereka bermufakat untuk memilih Nur Alam memimpin partai berlambang matahari terbit ini di periode keempatnya Sedangkan Asrun tetap memilih dirinya sendiri.

“Dalam musyawarah, kita bertiga memilih Nur Alam. Sedang Asrun memilih dirinya sendiri,” terang Abdurrahman Saleh saat ditemui di Hotel Clarion Kendari.

Ia menambahkan, dengan terjadinya mufakat diantara para formatur, maka pihaknya sudah melaksanakan perintah DPP untuk melakukan musyawarah dan mufakat memilih ketua formatur sekaligus sebagai Ketua DPW PAN Sultra. “Bagi kami, mau voting atau musyawarah, kita tetap pilih Nur Alam. Kami sudah nyatakan final dan selesai,” paparnya.

Dengan demikian pula, dipastikan sudah tidak ada lagi kegiatan musyawarah. Selanjutnya, hasil musyawarah sisa dikirim ke DPP.

“Ini tidak ada deadlock. Sudah ada hasil yang disepakati berdasarkan musyawarah mufakat,” jelasnya.

Kalau pun Asrun menganggap bahwa musyawarah itu tidak memiliki kekuatan karena dia tidak sepakat, itu hanya presepsi pribadi. “Kita anggap, secara politis dan legal standing sudah selesai. Kalau dia memilih sendirinya, itu haknya. Kalau dia bilang tunggul dulu, maka itu tafsirannya sendiri. Yang jelasnya, tidak ada lagi rapat formatur selanjutnya,” tegasnya.

Abdurrahman Saleh mengatakan, tiga formatur telah menyelesaikan hasil keputusan untuk dikirim ke DPP agar segera disahkan dengan membuat Surat Keputusan pengangkatan Nur Alam sebagai Ketua DPW PAN Sultra 2016-2021. Setelah SK turun, pihaknya akan fokus pada Musyawarah Daerah yang agenda utamanya juga pemilihan ketua di tingkat kabupaten/kota.

“Waktunya tidak terlalu lama setelah turun SK. Paling, satu minggu ke depan sudah ada dan selanjutnya, kita akan laksanakan musyawarah daerah (musda),” tuturnya.

Senada dengan Rahman, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Buton Umar Samiun menganggap apapun bentuk pemilihan, baik sistim formatur maupun voting, Nur Alam akan tetap menang. Sebab sebagian besar pengurus dan pemilik suara masih menginginkan Nur Alam memimpin mereka.

“Kalau pun diwujudkan dalam bentuk voting, maka gambarannya juga begitu,” paparnya.
Mengenai perbedaan dengan Asrun, Umar menganggapnya bukan masalah. Sebab ketidaksetujuan Asrun tidak bisa membatalkan keputusan mayoritas formatur.

“Daerah lain seperti Gorontalo itu kasusnya beda. Para formatur tidak bisa mencapai kesepakatan karena semuanya ngotot jadi ketua. Jadi akhirnya diambil alih oleh pusat. Kalau kita, ada kesepakatan tiga formatur. Hanya satu orang yang tidak sepakat,” jelasnya.

Dia berharap setelah permufakatan para formatur selesai, tidak ada lagi yang mempermasalahkannya. Mengingat momentum Musyawarah Daerah juga sudah harus dilaksanakan secepatnya dalam menyambut Pilkada serentak 2017.

“Kita sudah memperkirakan satu minggu setelah SK turun, kita langsung gelar Musda,” tuturnya.
Menurut Umar, salah satu alasan kader PAN memilih kembali Nur Alam memimpin partai tersebut adalah sosoknya yang mampu membesarkan partai. Di mata Umar sendiri, Nur Alam sebagai perekat kader. Selain itu, Nur Alam juga dianggap mampu menghapus dikotomi antara kekuatan daratan dan kepulauan.

“Di dalam pemandangan seluruh ketua DPD kemarin, tergambar jelas 15 DPD tetap menginginkan Nur Alam,” pungkasnya. (r1/aha)

Click to comment
To Top