Bandar Narkoba Asal Unaaha Ditangkap – Berita Kota Kendari
Headline

Bandar Narkoba Asal Unaaha Ditangkap

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto didampingi Kasubdit II Ditresnarkoba saat melakukan ekspo di ruang humas.(Foto:KASMAN/BKK)

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto didampingi Kasubdit II Ditresnarkoba saat melakukan ekspo di ruang humas.(Foto:KASMAN/BKK)

Polisi Menyita 43,90 Gram Sabu

KENDARI, BKK – Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menangkap tiga pelaku kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Ketiganya adalah Ridwan alias Anto (51) selaku bandar serta dua kurir, yakni Heri (28) dan Ahmad Jufri (55) yang selama ini beroperasi di Unaaha Kabupaten Konawe dan sekitarnya. Penangkapan tiga tersangka dilakukan pada Rabu (17/2), namun berbeda waktu dan tempat.

Tidak tanggung-tanggung, dari tangan ketiganya polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 43,90 gram.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto mengatakan, petugas pertama kali menciduk Ahmad Jufri, di Jalan Diponegoro Unaaha sekitar pukul 04.30 Wita.

Terhadap diri Jufri disita tujuh paket sabu-sabu yang berukuran sedang dan kecil seberat 6, 53 gram. Selain itu, barang bukti lain yang diamankan adalah uang tunai sebesar RP 726 ribu, satu hanphone (hp), dua bungkus rokok kosong yang dugunakan sebagai tempat menympan sabu.

Hasil pengembangan Jufri, polisi mendapatkan informasi jika barang haram tersebet diperoleh dari Anto. Tidak berpikir lama, polisi memburu pria yang disebut sebagai bandar itu, hasilnya petugas tidak hanya berhasil menangkap Anto, namun juga sekaligus Heri yang kala itu keduanya sedang bersama.

Anto dan Heri dicokok di Jalan Abdulah Silondae Kelurahan Tumpas Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe, sekitar pukul 12.30 Wita. Ditangan keduanya petugas menyita beberapa barang bukti, yakni empat paket sabu, yang terdiri dari satu paket besar dan tiga paket ukuran sedang, seberat 37,37 gram.

Kemudian dua hp satu timbangan elektrik, enam korek api, satu bendel plastik pembungkus sabu, satu sendok kemasan, dan uang tunai senilai Rp 504 ribu. Khusus, barang bukti sabu seluruhanya seberat 43,90 gram.

“Hasil tes urine mereka positif. Berarti selain menjual mereka juga sebagai pengguna,” ujar Narto, sapaan akrab Sunarto dalam ekspos kasus di Ruang Humas Mapolda Sultra, Kamis (18/2), yang didampingi Kepala Sudirektorat (Kasubdit) II Ditresnarkoba Polda Sultra AKBP Abdul Kadir SH.

Dikatakannya, ketiganya telah lama menjadi target operasi (TO) petugas narkoba, namun baru saja berhasil dibekuk setelah ada informasi dari masyarakat. Lalu, tim yang berjumlah sembilan anggota yang dipimpin langsung Kasubdit II Ditresnarkoba AKBP Abdul Kadir turun ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengungkapan dan penangkapan.

Kemudian, sambung perwira polisi dengan dua melati di pundak ini, para tersangka kemudia digelandang di Mapolda Sultra untuk proses lebih lanjut.

Lebih lanjut Narto mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Salah seorang tersangka, Anto mengaku, tidak tahu menahu dari mana asal barang tersbut. Karena dia juga diperoleh dari seseorang yang belum diketahui nama dan mukanya.

Sabu tersebut diperoleh dengan cara sistim tempel. tempat yang disetujui antar Anto dan pria misterius tersebut di perbatasan anatar Ameroridan Uepai. Di area yang dipenuhi sawah itulah, dengan menggunakan telepon seluler, sang pemasok menyuruh Anto mengambil barangnya.

Masih kata Anto, dirinya mengenal sabu sejak sawahnya dilanda kekeringan dan tidak bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sehingga, ia nekat beralih profesi dari petani menjadi bandar sabu karena himpitan ekonomi.

“Saya tidak tau (orangnya dan asal barangnya dari mana) kita janjian simpan barang di Ameroro-Uepai. Saya sering ambil barang disitu. Awalnya saya bertani, karena sawa kekeringan sehingga saya kerja seperti itu (pengedar sabu). (r2)

Click to comment
To Top