Bosku, Jangan Lupakan Janji! – Berita Kota Kendari
Headline

Bosku, Jangan Lupakan Janji!

KENDARI, BKK– Abu Hasan-Ramadio, Amrullah-Andi M Lutfi dan Tony Herbiansyah-Andy Merya Nur akhirnya resmi menyandang status Bupati dan Wakil Bupati masing-masing di Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Kolaka Timur, mulai hari ini, Rabu (17/2).

Untuk itu, ketiganya diingatkan agar fokus bekerja, terutama untuk memenuhi janji-janji politiknya kepada rakyat saat berkampanye dulu. Ada kekhawatiran, para kepala daerah cenderung mendahulukan kepentingan pihak-pihak tertentu yang dianggap telah membantunya mendapatkan posisi pucuk pimpinan. Sementara kepentingan masyarakat yang telah memberikannya amanah, justru diabaikan.

Pandangan tersebut disampaikan dua pengamat politik dari Universitas Halu Oleo, Dr Bachtiar dan Dr Eka Suaib yang dihubungi secara terpisah, kemarin. Bachtiar menilai, ketiga pasang calon ini sudah seharusnya mulai bekerja keras, mengemban amanah masyarakat yang memilih mereka.

“Masyarakat secara ikhlas memilih dan itu menjadi amanah. Karena itu, para kepala daerah harus bertanggungjawab terhadap amanah tersebut dengan mewujudkan janji politik. Jangan sampai janjinya dilupakan karena sudah jadi bupati,” kata Bachtiar.

Ia menjelaskan, salah satu penyakit kronis dalam pemerintahan adalah euforia orang yang merasa ada dalam lingkaran dan ikut-ikutan berkuasa. Mereka harus segera diatasi karena jika tidak, akan menjadi batu sandungan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Jangan sampai, nasib bupati dan wakil bupati yang terpilih saat ini seperti incumbent yang tumbang sebelumnya. Mereka harus bisa merawat simpati dan mewujudkan harapan masyarakat,” urainya.

Hal penting lainnya, pemerintahan yang didaulat ini harus mampu mengembalikan soliditas masyarakat yang sebelum terkotak-kotak akibat pilihan politiknya.
“Selesai dilantik, ketiganya harus melakukan konsolidasi untuk menyatukan kembali masyarakatnya,” tuturnya.

Bachtiar juga menaruh perhatian pada pasangan Abu Hasan-Ramadio dan Amrullah-Andi M Lutfi, Dia menilai, kemenangan pasangan ini mengejutkan karena berasal dari kalangan yang tidak diunggulkan, namun ternyata mampu menumbangkan petahana.

” Sekarang, pasangan ABR, Beramal maupun Tentram, tinggal mewujudkan janji politiknya saat kampanye,” katanya.

Sementara itu, dosen komunikasi politik Universitas Halu Oleo (UHO) Eka Suaib mengakui banyak kepala daerah yang tersandera dengan politik balas budi. Karena itu, seringkali didengar orang-orang yang berasal dari tim sukses ikut mengatur-atur pemerintahan.

“Adanya kubu yang mengatur sistem pemerintahan kepala daerah akibat dari lemahnya aturan perundang-undangan. Idealnya, bupati atau wabup yang maju tidak berasal dari partai politik (parpol),” katanya.

Mantan anggota KPU Sultra ini melanjutkan, intervensi dari kelompok ini bisa mengganggu konsentrasi kepala daerah. Hal ini pun bisa menyita perhatian kepala daerah dalam mewujudkan janji-janji politiknya kepada masyarakat.

“Pendukung atau tim yang selama ini memenangkan pertarungan cukup mengawal dan ikut serta menyukseskan program pemerintahan. Sebab, bupati adalah mandat rakyat, bukan mandat kelompok,” jelasnya.

Maka dari itu, masyarakat akan sangat beruntung jika ada kepala daerah yang mampu mengatur ritme pemerintahan. Bagaimana pun, kata dia, kepala daerah pasti sulit mengabaikan tuntutan kelompok yang dulu sama-sama berjuang dengannya saat prosesi suksesi.

“Tapi harus diingat, mereka itu terpilih atas suara rakyat, bukan segelintir kelompok. Visi misi yang disampaikan selama ini, jangan sampai kandas di panggung kampanye. Bila kepentingan kelompok yang diutamakan, yang terjadi pasti ketimpangan dan ketidakadilan pembangunan,” tuturnya.

Janji Politik

Dari catatan Berita Kota Kendari, pasangan Tentram ini memenangkan Pilkada Koltim dengan perolehan 28.199 suara. Pasangan ini mengalahkan Wahyu Ade Pratama Imran-Idul Fitri Syam yang hanya meraup 19.490 suara.

Semasa kampanye, pasangan ini berniat melanjutkan seluruh pembangunan yang telah diletakkan. Salah satu materi kampanye yang sering digaungkan adalah pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Abu Hasan-Ramadio (ABR) yang menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Buton Utara (Butur)
menjanjikan peningkatan kesejahteraan masyarakat ekonomi ke bawah seperti petani, nelayan dan pedagang. Tiga kelompok masyarakat ini memang menjadi penyumbang suara terbesar bagi ABR di Pilkada Butur. Selain itu, penyelesaian konflik ibu kota Butur menjadi salah satu isu yang digaungkan ABR.

Adapun Amrullah-Andi M Lutfi (Beramal), Bupati dan wabup terpilih di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) berjaji akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Keduanya berjanji akan menggalakkan pembangunan infrastruktur di Konkep yang masuk sebagai daerah terbelakang ini.

Selain pendidikan dan kesehatan gratis juga menjadi jualan pasangan ini, mereka juga berjanji akan mengelola dengan maksimal kekayaan laut di Wawonii untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang didominasi kaum nelayan. (r1/aha)

Click to comment
To Top