Nur Alam Maju, Kaderisasi Mandek – Berita Kota Kendari
Headline

Nur Alam Maju, Kaderisasi Mandek

Nur Alam

Nur Alam

#Musyawarah Wilayah IV PAN Sultra

KENDARI, BKK– Kembalinya Nur Alam dalam perebutan kursi Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) keempat kalinya dinilai kurang begitu baik bagi partai politik terbesar di Sultra ini. Jika Nur Alam ikut mencalonkan diri dalam Musyawarah Wilayah, maka sama saja suksesi kepemimpinan partai berjalan di tempat.

Pengamat Politik Universitas Halu Oleo (UHO) Dr Najib Husen menyampaikan penilaian tersebut kepada Berita Kota Kendari, Minggu, 14 Februari kemarin. ” Kembalinya Nur Alam dalam pemilihan merupakan langkah mundur bagi partai sebesar PAN,” jelas Nadjib.

Semestinya, papar Nadjib, Nur Alam berbesar hati untuk tidak lagi mencalonkan diri. Sebagai tokoh besar, kata dia, Nur Alam sebaiknya memberikan ruang bagi kader lain untuk memimpin partai berlambang matahari terbit itu. Sebab kaderisasi kepemimpinan sangat dibutuhkan partai politik mengingat kerasnya kompetisi partai politik di Indonesia.

Ia mengakui, Nur Alam memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih kembali kursi ketua. Kalau pun maju dan menang, Nur Alam dinilai hanya akan berhasil meredam konflik antarkader di internal. Tetapi masalah besarnya, tak ada kaderisasi di PAN Sultra.

“Ruginya, tidak ada kaderisasi. PAN ini, bukan hanya aset daerah tetapi juga nasional. Sangat disayangkan kalau di internal partai ini tidak ada kaderisasi,” jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, banyak kader yang sebenarnya sudah layak memimpin partai itu. Dia pun menyebut, Asrun (Wali Kota Kendari), Umar Samiun (Bupati Buton) serta Kery Syaiful Konggoasa (Bupati Konawe), sebagai nama-nama yang dimaksudnya.

“Mereka cukup bagus dan memiliki peluang yang sama. Tinggal diberikan dorongan oleh Nur Alam untuk bertarung secara sehat,” sebutnya.

Terlebih, PAN Sultra saat ini tampaknya tidak ada masalah. Karena itu, ketertarikan Nur Alam untuk kembali maju justru menimbulkan pertanyaan. ” Partai ini saya lihat baik-baik saja. Harusnya, Nur Alam tidak maju dan cukup memantau dari luar saja,” katanya.

Jika memang Nur Alam tetap maju, maka menurutnya yang paling tertekan adalah Asrun. Menurut dosen komunikasi ini, Asrun harus menyiapkan langkah strategis untuk membendung kekuatan Nur Alam yang akan menjadi lawan beratnya.

“Perebutan 01 PAN Sultra ini buah simalakama bagi Asrun. Di satu sisi, Asrun sudah terlanjur menyatakan ke publik akan maju. Tapi di sisi lain, dia tentu harus menghadapi risiko berhadap-hadapan dengan Nur Alam,” katanya.

Meski demikian, peluang Asrun masih ada untuk memimpin PAN Sultra. Bagaimana pun, Wali Kota Kendari ini pasti memiliki jaringan pendukung di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Hanya saja, hal ini sangat riskan bagi partai yang suksesi kepemimpinannya dikenal seringkali mengalami ‘intervensi’.

“Kita harapkan, PAN Sultra berjalan dengan mandiri tanpa intervensi. Internal partai harus memikirkan itu,” terangnya.

Bila nanti Asrun memiliki restu dari DPP untuk memimpin, Najib menilai, sudah pasti ada plus minusnya. Keuntungannya, sebut dia, Asrun bisa menunjukkan bahwa di PAN terjadi sistem demokrasi yang baik.

“Kekurangannya, internal PAN pasti terbelah antara kubu Asrun dan Nur Alam,” tuturnya. (r1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top