Pelantikan Surunuddin-Arsalim Dijegal Pemprov – Berita Kota Kendari
Headline

Pelantikan Surunuddin-Arsalim Dijegal Pemprov

KENDARI, BKK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengganjal proses pengusulan pelantikan pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim sebagai pasangan pemenang Pemilihan Kepala Daerah Konawe Selatan (Konsel).

Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sultra La Ode Ali Akbar mengatakan, pihaknya belum bisa mengusulkan pelantikan pasangan Surunuddin-Arsalim berkaitan dengan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar.

“Kita masih ingin pertanyakan putusan PTUN ke pusat. Sebab, putusan TUN membatalkan pencalonan Arsalim,” terang Ali Akbar kepada Berita Kota Kendari (BKK), Kamis (4/2).

Ia menambahkan, meski proses hukumnya berlanjut, Pemprov Sultra tetap akan menahan sementara proses pelantikan pasangan tersebut.

“Namun kita ingin mempertanyakan dulu putusan TUN. Kami akan konsultasi dengan pusat. Kalau dibatalkan bagaimana dan bagaimana mekanisme selanjutnya,” paparnya.

Menurut Ali Akbar, sejak awal Arsalim belum menyampaikan surat pengunduran dirinya secara permanen kepada atasannya. Padahal, kata dia, syarat itu yang harus dipenuhi seorang pegawai negeri sipil bila ingin mencalonkan diri.

“Statusnya sekarang, belum bisa dilantik karena belum memenuhi syarat itu,” tegasnya.

Saat ini, lanjut dia, baru tiga yang masuk di Pemprov Sultra. Yakni, Konawe Kepulauan (Koltim) yang menetapkan pasangan Amrullah-Andi Muhammad Lutfi dan Kolaka Timur (Koltim) Tony Herbiansyah-Andi Meriah Nur.

“Besok, rencananya dari Buton Utara (Butur) yang masuk. Abu Hasan-Ramadio,” ujarnya.

Namun, kata dia, Konkep dinyatakan sudah lengkap dan tinggal diusul ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sedangkan Koltim, meunggu pengesahan paripurna DPRD kabupaten setempat.

Selain Surunuddin-Arsalim, pasangan yang sementara diproses di PTUN Kendari dengan masalah yang sama adalah pemenang di Pilkada Konawe Utara (Konut) Ruksamin-Raup.

Berkait ini, bupati terpilih, Surunuddin Dangga mengatakan, dirinya tidak ingin berpolemik dengan langkah yang diambil Pemprov Sultra. Menurutnya, yang berhak menentukan pelantikan adalah Mendagri.

“Saya tunggu saja di pusat. Saya tidak ingin berbicara soal itu,” kata Surunuddin saat dihubungi wartawan Berita Kota Kendari (BKK), tadi malam.

Ia juga menolak beranggapan, tidak diusulkannya pelantikan dirinya menjadi Bupati Konsel karena Pemprov Sultra sengaja ingin menggagalkan harapnnya.

“Saya tidak ingin bicara itu. Nanti pusat yang tentukan. Bukan mereka yang tahu pelantikan,” tuturnya. (r1/iis)

Click to comment
To Top