Tak Patuh Larangan Angkut Gas dan BBM, Terbakar!! – Berita Kota Kendari
Headline

Tak Patuh Larangan Angkut Gas dan BBM, Terbakar!!

KM Sidrayani yang memuat penumpang dan barang tujuan Lansilowo Konkep terbakar di pelabuhan Veri Wawonii, Kendari, Senin (1?2) sekitar pukul 12.00 Wita. (foto: ONO/BKK)

KM Sidrayani yang memuat penumpang dan barang tujuan Lansilowo Konkep terbakar di pelabuhan Veri Wawonii, Kendari, Senin (1?2) sekitar pukul 12.00 Wita. (foto: ONO/BKK)

# Kapal Penumpang Tujuan Konkep Terbakar Saat Akan Berangkat

KENDARI, BKK – Kapal motor penumpang rute Kendari Wawoni Utara Lansilowo, KM Sidrayani terbakar saat hendak berangkat di pelabuhan Veri Wawonii, Senin (1?2) sekitar pukul 12.00 Wita.
Kapal tersebut dinakhodai Rasmin sekaligus pemilik kapal memuat penumpang dan sejumlah barang.

Awalnya, Rasmin menyandarkan kapalnya di Pelabuhan Feri sekitar pukul 12.00 Wita. Rencananya, akan memuat penumpang dan barang untuk diberangkatkan menuju Kecamatan Lansilowu Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sekitar pukul 14.00 Wita.

Tidak ditahu dari mana asalnya api, tiba-tiba sekitar pukul 12.55 Wita, asap muncul dari kapal, membuat warga pelabuhan berteriak “kapal terbakar”. Saat itu, Rasmin keluar dari kapal bersama beberapa penumpang lainnya untuk menyelamatkan diri.

Api cepat membakar badan kapal karena di dalamnya dimuat puluhan jerigen bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar. Diduga kebakaran ini berasal percikan api dari mesin kapal yang menyambar bensin yang dimuat.

Kesatuan Patroli Laut dan Pantai (KPLP) Kapal Negara Patroli (KNP) 370 milik Syahbandar, menerima laporan langsung menuju TKP, lalu melakukan tindakan evakuasi bersama kapal milik tim SAR.
Dalam mengevakuasi Kapal motor, segala upaya dilakukan dikarenakan api semakin membesar, kemudian KPLP menarik kapal itu, dan menyandarkan disamping pelabuhan Ferry Wawoni, dengan kondisi kapal masih menyala dan mengeluarkan asap hitam.
“Kami melakukan upaya ini, agar pemadam kebakaran (Damkar) bisa dengan mudah memadamkan api,” ucap Ishak Alimudin salah satu kru KPLP.
Muhdar kepala seksi Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengatakan, ada 5 unit mobil damkar yang terjunkan dengan 60 personil.
“Kami coba melakukan pemadaman dengan menggunakan nesin apung tetapi kami mengalami kesulitan. dan mesin apungkami terbalik,” terangnya saat ditemui di lokasi
Asril Salah satu penumpang kapal motor mengatakan, barang-barangnya banyak yang tidak terselamatkan. berupa alat-alat bengkel, sembilan bahan pokok (Sembako) dan barang lainnya hangus terbakar bersama kapal motor itu, kerugian pribadi sekitar Rp 40 Juta.
“Motor saya merek Yamaha Jupiter Mx, sempat dinaikkan dikapal juga, tetapi saat sudah mulai ada api, motor saya sempat diselamatkan,” katanya saat ditemui wartwan koran ini.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kesatuan Pelaksanaa Pengamanan Pelabuhan (KP3) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Djafir Odda melalui Wakapolsek Ipda Rahcmat Zam-zam mengatakan, menurut anak buah kapal (ABK) saat mengidupkan mesin, terdengar bunyi dan mengeluarkan percikan api.
“kita belum bisa memastikan, inikan baru diduga,” terangnya.
Pihak Syahbandar Pelabuhan Feri Wawonii-Kendari, sudah memberikan peringatan kepada kapal kayu pengangkut sembilan bahan pokok (sembako) untuk tidak memuat bahan bakar minyak (BBM) dan gas di dalam kapalnya.

Peringatan ini, ikut berlaku kepada KM Sidrayani. Hanya saja, menurut petugas Syahbandar Pelabuhan Feri Wawonii-Kendari Abdul Rasyid, pemilik kapal kucing-kucingan dengan petugas pemberi izin berlayar.

“Kapal ini kita tidak izinkan angkut BBM. Kecuali, hanya untuk kebutuhan dia sendiri. Kalau untuk dijual seperti bensin dan solar atau gas, kita larang,” terang Abdul Rasyid saat ditemui di Pelabuhan Feri Wawonii-Kendari, Senin (1/2).

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengecekkan terhadap kapal tersebut. Hanya saja, kata dia, pihak kapal menyembunyikan bawaannya termasuk barang yang dilarang dimuat dalam kapal kayu.

“Kita cek juga. Tapi, kita tidak dapat (BBM, red). Tapi, kebanyakan mereka kerja malam tanpa sepengetahuan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, kapal pengangkutan BBM atau tabung gas, sudah memiliki kapal tersendiri. Sehingga, kapal tersebut dianggap memiliki kelayakan untuk berlayar.(p4-r1/lex)

Click to comment
To Top