Polisi Tangkap Pengedar Sabu-Sabu Nyambi Jual Sajam – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Tangkap Pengedar Sabu-Sabu Nyambi Jual Sajam

Polisi Tangkap Pengedar Sabu-Sabu Nyambi Jual Sajam

Polisi Tangkap Pengedar Sabu-Sabu Nyambi Jual Sajam

dengan menggunakan badik dan sangkur panjang,” ujar Kadimu kepada sejumlah jurnalis
di ruang kerjanya, Senin (1/2). Meski melihat tersangka memegang sajam pada dua tangannya
, namun petugas tidak gentar.
Untungnya, Ag cepat memilih menyerah sebelum polisi mengambil keputusan untuk melumpuhkannya dengan timah panas. Ketgam:
1. La ode Kadimu didampingi Dolfi, memperlihatkan barang bukti narkoba serta sejumlah sajam yang disita. (Foto: KASMAN/BKK)
2. Tersangka Ag

#Waktu Ditangkap, Tersangka Putar-Putar Pisau di Kedua Tangannya

KENDARI, BKK- Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap satu orang yang diduga jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang beroperasi di Kota Kendari.

Dari tangan tersangka berinisial AMS alias Ag, polisi menyita 16 paket sabu-sabu seberat 15 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan puluhan senjata tajam (sajam) berbagai jenis.

Tersangka Ag dicokok di salah satu hotel di bilangan Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari, Sabtu (30/1) sekitar pukul 20.00 Wita.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Ditresnarkoba Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) La Ode Kadimu mengatakan, saat ditangkap tersangka baru saja melakukan transaksi penjualan di halaman hotel.

“Kita mau tangkap, dia (tersangka, red) melakukan perlawanan
Kemudian, tersangka digeledah dan hasilnya, pada dompet ditemukan barang bukti berupa dua plastik bekas penyimpanan sabu-sabu, serta uang hasil penjualan sebesar Rp 5,9 juta pecahan 100 ribu. Turut pula diamankan satu hanphone (hp) milik tersangka.
Selanjutnya, urai perwira polisi dengan dua melati di pundak ini, tersangka dibawa ke rumahnya, di Jalan RE Martadinata Kelurahan Kasilampe Kecamatan Kendari dan dilakukan penggeledahan.

Hasilnya, di dalam kamar petugas menemukan plastik kecil kosong, satu pireks, bong (alat pengisap sabu), 10 buah korek gas, enam pipet plastik serta 16 paket sabu-sabu yang disimpan di halaman samping pondasi rumah.

Masih kata Kadimu, setelah itu penggeledahan berlanjut di kamar kos milik tersangka yang berjarak satu kilo meter (km) dari kediamannya. Di tempat itu polisi menemukan puluhan sajam berbagai jenis, seperti sangkur, badik, parang jenis samurai, dan busur.

Selain itu, polisi juga menyita satu closed circuit television (CCTv) yang digunakan tersangka untuk memantau setiap orang yang datang ke kamar kosnya.

“Dia (tersangka) diduga sebagai pengedar. Dia kita kenakan dua pasal sekaligus, yakni tentang narkotika dan Undang-Undang (UU) Darurat,” pungkasnya.
Meski banyak sajam, namun pihaknya masih mendalami apakah tersangka pernah melakukan kejahatan lain selain jual beli barang haram. Tersangka menjual sabu-sabu per paketnya seharga Rp 500 ribu.
“Untuk sementara masih kejahatan narkoba yang diketahui,” ujar Kadimu.
Lebih lanjut dia mengatakan, tersangka dijerat Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup serta UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 10 tahun penajara. (r2/iis)

Click to comment
To Top