Kasuistika

Hari Ini Polda Periksa Zhu Mingdong sebagai Tersangka

#Kasus Jetty Morosi

KENDARI, BKK- Hari ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Virtue Dragon Nikel Industry Zhu Mingdong alias Andrew, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran pembangunan pelabuhan khusus tambang (jetty) Morosi.

Selain Andrew, Direktur Utama PT Muara Sampara Lina Suti juga turut dijadwalkan menajalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus serupa.

“Iya besok (hari ini) keduanya (Andrew dan Lina) dijadwalkan akan diperiksa sebagai tersangka,” terang Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Senin (1/2).

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, berharap keduanya bisa memenuhi penggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Untuk diketahui, penyidik telah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra sejak 28 Januari 2016.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Itu diputuskan dalam gelar perkara yang dilakukan pada Rabu (27/1).

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Andrew dan Lina Suti. Namun kala itu keduanya masih diperiksa sebagai saksi. Setelah memeriksa dua saksi ahli yakni, ahli pidana pelayaran asal Universitas Indonesia (UI) Jakarta serta ahli perseroan terbatas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, penyidik langsung melakukan gelar perkara guna menentukan tersangka.

Polda Sultra mulai melakukan penyidikan pembangunan pelabuhan khusus milik PT VDNI setelah resmi karena ditutup oleh Gubernur Sultra Nur Alam.
Ditengarai tidak memiliki izin berupa kesesuaian tata ruang, perubahan garis pantai, izin Kementrian Perikanan dan Kelautan, izin Kementrain Perhubungan, izin lokasi, dan tidak memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Pembangunan mega Industri di Konawe yang terletak di Kecamatan Morosi dan Bondoala ini masuk dalam kasawan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT VDNI yang disinyalir ilegal.
Untuk itu, pemerintah dan kepolisian mengakui hal itu. Terbukti dalam kunjungannya beberapa hari sebulumnya Gubernur Sultra Nur Alam mengakui, bahwa PT VDNI belum mengantongi izin dalam membangun pembukaan pelabuhan khusus. (r2/iis)

To Top