Beranda

Reses, Warga Poasia Minta Air Bersih

KENDARI, BKK – Kegiatan reses yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Lawama asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangang (PDIP), tahun ini usulan masyarakat lebih sedikit dibanding reses tahun sebelumnya.

Menurut La Ode Lawama ditemui di rumahnya, Kamis (28/1) malam mengatakan, dalam reses kali ini, permintaan masyarakat lebih sedikit bila dibandingkan reses sebelumnya. Kemungkinan akibat telah terakomodirnya permintaan masyarakat saat reses sebelumnya.

Usulan yang sudah terpenuhi, diantaranya, pengadaan karamba, perahu, jembatan, tenda terowongan tambah kursi, dan beberapa usulan seperti penyedian bibit. Usulan-usulan ini, telah diperjuangkannya, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) awal 2015, dan APBD perubahan 2015, untuk wilayah Poasia Abeli.

Untuk permintaan warga tahun ini, lanjutnya, hanya beberapa saja tambahan, dari usulan yang belum terakomodir. Diantaranya, air bersih, mandi cuci kakus (MCK) untuk Bungkutoko, sedangkan di Lorong Lamasa Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia, warga minta pengaspalan jalan.

“Reses di Bungkutoko warga banyak minta air bersih, dan mck, kalau di Kelurahan Matabubu warga minta pengaspalan jalan kompas dari Lorong Lamasa tembusan Kelurahan Benuanirai. Kalau yang belum terakomodior reses sebelumnya dan masih diusulkan tahun ini, itu di Poasia Abeli pesisir dimana usulannya, alat tangkap ikan,” terangnya.

Masih kata dia, usulan masyarakat yang ada di dapilnya akan disandingkan dengan hasil musrembang, kemudian dilihat dari setiap usulan mana yang menjadi proritas. Hasil dari sandingan tersebut yang akan diperjuangkan di APBD perubahan 2016, dan jika tidak terakomodir, maka diusulkan lagi di APBD awal 2017.

“Dari hasil usulan yang masuk di reses saya, itu akan saya jadikan data sementara untuk disandingkan dengan hasil musrembang yang dimulai setelah reses, dari situ baru akan kelihatan mana yang menjadi proritas, mana yang tidak untuk diusulkan di APBD perubahan 2016, kalau anggaran belum memadai maka di APBD 2017 baru saya perjuangkan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Sungku Ali Ketua RW 02 Kelurahan Sambuli Kecamatan Abeli, salah satu pengusul dalam kegiatan reses Lawama, ditemui saat kegiatan reses mengatakan, untuk masyarakat sambuli, karena wilayanya tidak jauh dari laut, maka permintaannya hanya alat tangkap ikan.

“Saya mewakili masyarakat yang ada di Sambuli, meminta pengadaan alat tangkap ikan, karena kami mayoritas masyarakat yang hidup dari hasil tangkapan ikan. Kami juga berharap agar permintaan ini bisa terealisasi,” harapnya.

Selain itu, La Insa salah satu perwakilan warga Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia, dalam kegiata reses yang berbeda di Kelurahan Matabubu, Ia mewakili warga meminta dilanjutkan pengaspalan jalan kompas yang ada di Lorong Lamasa tembusan Kelurahan Benuanirai.

“Usulan kami direses ini hanya meminta dilanjutkan pengerjaan jalan yang sudah setengah teraspal, karena sejak Pilwali sebelumnya pengerjaan asapal itu tidak lagi dilanjutkan, hanya dibiarkan setengah saja,” pungkasnya. (m2/jie)

To Top