Puluhan Jurnalis Datangi Kantor Kejati Sultra – Berita Kota Kendari
Beranda

Puluhan Jurnalis Datangi Kantor Kejati Sultra

Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Muhammad Hamka (kiri) saat menggelar dialog bersama pengurus AJI Kendari. (ist)

Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Muhammad Hamka (kiri) saat menggelar dialog bersama pengurus AJI Kendari. (ist)

#Mengadukan Kasus Intimidasi Jurnalis oleh Oknum Jaksa Kejari Kendari

KENDARI, BKK – Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Muhammad Hamka mengaku, akan melaporkan masalah intimidasi jurnalis ke Kepala Kejati Sultra Sugeng Joko Susilo dalam waktu dekat ini.

Pernyataan ini disampaikan kepada puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari saat mendatangi kantor Adhyaksa tersebut, Jumat (29/1).

“Saya akan laporkan ke pimpinan,” terang Andi usai mendengarkan ketarangan dari perwakilan AJI Kendari tentang intimidasi seorang jurnalis yang dilakukan oleh beberapa oknum jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari beberapa waktu lalu.

Selain akan melaporkan kekerasan ini ke atasannya, Andi mengaku, akan mengkonfirmasi aduan AJI Kendari ke Kejari Kendari.

“Kita juga akan konfirmasi ke Kejari,” tambahnya.

Menurutnya, intimidasi tidak pantas dilakukan penegak hukum. Namun, ia menduga, kekerasan itu hanya sekadar salah paham antara wartawan dan jaksa.

“Mungkin miskomunikasi saja ini,” katanya.

Ketua AJI Kendari Zainal A Ishak didampingi Sekretaris AJI Kendari Suwarjono serta beberapa jurnalis mendatangi kantor Kejati Sultra, Jumat (29/1). AJI Kendari meminta kasus kekerasan terhadap seorang jurnalis koran lokal di Sultra segera ditindaklanjuti.

Menurut Zainal, kekerasan terhadap jurnalis sangat bertentangan dengan prinsip negara demokrasi. Untuk itu, desak dia, Kejati Sultra harus mengambil sikap dan meminta kepada Kejari Kendari untuk meminta maaf kepada wartawan yang mendapatkan kekerasan melalui media cetak.

“Kita sangat mengecam kekerasan terhadap jurnalis apa pun bentuknya,” kata Zainal.

Sebelumnya, wartawan salah satu koran harian di Sultra Suiyatri Arif mendapatkan kekerasan berupa intimidasi dari oknum jaksa di Kejari Kendari. Yatri, sapaan akrab Suiyatri Arif, sempat digiring masuk dalam salah satu ruangan dan ditekan dengan beberapa pertanyaan seputar berita yang ditulisnya.

Berita yang ditulis Yatri, menyangkut dugaan korupsi di LPMP Sultra yang tiga tersangkanya tidak ditahan. Selain itu, pihak Kejari Kendari menyebutkan nama tiga tersangka itu dengan inisial.

Atas berita yang diterbitkan kantornya, salah satu warga yang juga mantan nara pidana (napi) korupsi, datang mengamuk di Kejari. Ia menganggap, jaksa tidak berlaku adil dalam penanganan korupsi.

Karena dimarahi warga dan diancam akan dilaporkan ke Kajati Sultra, beberapa oknum jaksa di Kejari Kendari mencari wartawan. Kebetulan, Yatri ada di Kejati Sultra, dia langsung diminta masuk dalam satu ruangan dan diinterogasi oleh beberapa penyidik dan petinggi di Kejari. (r1/jie)

Click to comment
To Top