Marak Pelaku Judi Online di Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Marak Pelaku Judi Online di Kendari

Ilustrasi

Ilustrasi

Polisi Bakal Razia Warnet
KENDARI, BKK – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona SIK menegaskan, akan menindak tegas jika menemukan pelaku dan pemilik warung internet (warner) yang dijadikan sebagai tempat bermain judi online.

Dikatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang dugaan maraknya judi online, pihaknya langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan melakukan razia pada warnet yang diduga dilakukan sebagai tempat perjudian online.

Namun, sebelumnya kata Ilham, pihaknya terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak kejaksaan mengenai proses hukum jika dikemudian hari bisa menangkap para tersangka. Selain itu, pihaknya juga akan berkordinasi dengan satuan atas mengenai langkah yang akan diambil kedepannya.

“Kita akan melakukan penyelidikan dulu, kalau kita dapat pasti kita amankan,” tegasnya kepada Berita Kota Kendari (BKK) melalui telepon selulernya, Jumat (29/1).

Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini menjelaskan, jika dalam penyelidikan benar terjadi judi online di warnet, Kapolres memastikan, bukan hanya pelaku yang diproses hukum, namun juga pemilik warnet, sebab dinilai telah melakukan pembiaran.

“Kalau kita dapat bukan hanya pelaku judi yang kita proses hukum, tapi bisa kena juga pemilik warnet, jika melakukan pembiaran. Komputernya kita akan sita sebagai barang bukti,” pungkas Ilham.

“Intinya kita akan lakukan penyelidikan dulu, jika infonya sudah akurat, baru kemudian kita lakukan penggerebekan pada warnet yang dijadikan tempat bermain judi online itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Ilham mengatakan, agar hal itu tidak terjadi, dirinya mengimbau kepada pemilik warnet untuk tidak membiarkan dan melarang jika mengetahui warnetnya dijadikan sebagai tempat bermain judi.

“Karena kalau ketehuan mereka (pemilik warnet, red) juga kena karena melakukan pembiaran,” ulangnya.

Untuk diketahui, permain berbagai jenis judi online ternyata sudah marak dilakukan warga Kota Kendari.

Praktek judi yang dilakukan melalui fasilitas internet itu diantaranya judi bola, poker, domino bet, dan ratu kiu-kiu, dan kupon putih.

Para pelaku judi online ini dari semua kalangan oknum aparat, pegawai negeri sipil (PNS), karyawan swasta hingga merambah di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Para pelaku biasanya menggunakan di warung internet (warnet) atau di rumah pribadinya dengan menggunakan laptop atau personal computer (PC).

Jurnalis koran ini berhasil menemui salah seorang pengguna judi online di salah satu warnet, tapi sayangnya dia tak mau terbuka dengan identitasnya.

Pengguna berinisial Pr (29) mengatakan, dia mengenal judi dari kupon putih merambah ke judi online sejak 2012.

Dia menceritakan cara mendaftar pun sangat gampang, melakukan regitrasi mengisi kolom-kolom yang ditunjukkan seperti, nama, alamat email, nama buku tabungan serta nomor rekening.

“Kalau sudah terdaftar, kita tinggal login masuk di akun menu online deposit transfer kerekening bandar,” katanya saat ditemui, Kamis (28/1).

Masih kata Pr, hampir semua bank yang menjadi transaksi deposit, terkecuali Bank Syariah. Kalau sudah tranfer, tambahnya, menu deposit dan berapa uang yang dideposit, baru bisa bermain.

“Bandar tidak bodoh, lebih banyak menang dari pada kalahnya. Barang berharga saya pun banyak melayang, dan saya urungkan niatku untuk bermain judi online,” terangnya.
Uang taruhan dalam perjudian ini mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan juta.
Sepengetahuan Pr baru sedikit orang yang menang.

Maraknya judi online membuat keprihatinan masyarakat.
Tokoh masyarakat, Muhidu SH mengatakan, kalau bisa yang berbau perjudian harus diberantas, karena bisa mengarah kehal-hal yang negatif.

“Apalagi kalau kalau banyak, kalau yang pekerja sih gak apa-apa bagaimana kalau yang tidak mempunyai pekerjan otomatis larinya ke hal-hal negatif,” paparnya.

Hasil pantauan dilapangan kupon putih dibanding judi online lebih banyak digemari judi online karena banyak menu judi dimenu, disamping itu, tidak adanya pembatasan jam yang diberlakukan pemilik usaha warnetterlebih saat diwarnet marak disalah gunakan untuk aktivitas judi online. (r2)

To Top