Dua Hari Hilang Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dua Hari Hilang Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Mayat Pria Yang Ditemukan Dipinggir Pantai (foto Rudy/BKK)

Mayat Pria Yang Ditemukan Dipinggir Pantai (foto Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan terdampar dipinggir pantai tepatnya dibelakang sebuah Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Sambuli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) sekitar pukul 08.00 wita, Jumat (29/1/2016) pagi tadi.

Mayat tersebut bernama Habe (75) warga Jalan Lambonu, Lapulu Kota Kendari, yang telah bertahun-tahun mengalami gangguan kejiwaan.

Mayat korban pertama kali ditemukan salah seorang nelayan, Jay (47) yang hendak membakar sampah di pagi hari, awalnya dirinya mengira mayat tersebut adalah boneka. Karena merasa penasaran, akhirnya dia memberanikan diri untuk memastikan, dan ternyata seorang laki-laki tua yang hanya memakai baju tanpa celana, berbaring dengan posisi tengkurap dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Awalnya saya mau pergi bakar sampah tiba-tiba saya kaget lihat itu mayat, saya pikir itu adalah boneka karena saking penasaranku saya pergimi cek ternyata memang mayat, disitumi saya kaget dan saya langsung lari pergi di kantor polisi untuk melapor,” ujarnya.

Salah seorang warga, Israwati (28) yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan sejak lama yang kesehariannya selalu keliling dijalan raya.

“Memang korban itu mengalami gangguan kejiwaan sudah lamami, biasa kita lihat dia selalu keliling-keliling dijalan raya sambil tertawa dan bicara-bicara sendiri, tetapi dia tidak pernah ganggu orang, ” ungkapnya.

Saat berhasil ditemui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Abeli, Inspektur Dua (Ipda) Rudika Harto Kanajiri SIK, melalui Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Abeli, IPDA Slamet Rahardjo mengatakan, setelah menemukan jasad korban tersebut, Jay langsung melaporkannya ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Abeli.

“Jadi korban ditemukan dipesisir pantai Sambuli, dari identifikasi tidak kami temukan bekas penganiayaan. Saat ini mayat dibawa di rumah sakit bhayangkara untuk keperluan visum, selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga” katanya.

Sementara itu, ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, kakak korban, Ato (78) menuturkan, sejak dua hari lalu korban pergi dari rumah dan tidak pernah pulang dan mengenai kejiwaan korban, Ato mengatakan sudah lama korban mengalami gangguan kejiwaan.

“Sudah dua hari yang lalu korban pergi dari rumah dan mengenai gangguan kejiwaannya memang sudah lama dia (Korban) mengalami gangguan kejiwaan, sejak tidak menikah dia mulaimi mengalami gangguan jiwa,” tuturnya.

Ato menambahkan sebelum ditemukan meninggal, korban pernah kedapatan dan dilihat sedang berjalan kaki hingga jalan poros Abeli-Moramo, bahkan pernah dilihat sementara tertidur dipinggir jalan.

“Pernah dilihat sementara jalan kaki di jalan poros Abeli-Moramo, Ada tempatnya di samping rumah hanya suka jalan nda bisa betah dirumah, dan dia suka tidur-tidur di jalan, dua hari sebelumnya kami membawa pulang di rumah, hanya dia pergi lagi, ” tambahnya.

Iya pun mengungkapkan, jika sang adik sebelumnya sudah tiga kali menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari. Namun tidak bertahan lama, korban pun akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga.(p5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top