Waspada! Kota Kendari Siaga DBD – Berita Kota Kendari
Headline

Waspada! Kota Kendari Siaga DBD

Pasien DBD di salah satu rumah sakit di Kota Kendari. (foto: dok)

Pasien DBD di salah satu rumah sakit di Kota Kendari. (foto: dok)

#Kolaka dan Baubau Mengikut

KENDARI, BKK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan siaga penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) bagi Kota Kendari serta Baubau dan Kabupaten Kolaka.

Kepala Dinkes Provinsi Sultra dr Asrum Tombili mengatakan, di musim pancaroba ini penyakit yang paling sering ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), DBD dan diare.

Biasanya, tambah dia, penyakit DBD selalu terjadi di kota besar yang padat penduduknya.

“DBD, merata di kota besar. Di Sultra, Kota Kendari, Baubau, Kolaka sudah mulai. Saya belum dapat data resmi, tapi laporan lisan banyak permintaan obat untuk penyemprotan,” papar Asrum Tombili saat ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Kamis (28/1).

Khusus di Kota Kendari, tambah dia, yang paling banyak mendapatkan laporan adalah di sekitar wilayah Kecamatan Ranomeeto. Sehingga, statusnya bisa dikatakan siaga bagi masyarakat.

“Di sana (Ranomeeto, red) sudah mulai. Kita siaga saja,” katanya.

Menurutnya, DBD di Kota Kendari tidak bisa dikatakan kejadian luar biasa (KLB). Sebab, kata dia, munculnya penyakit ini hampir terjadi setiap tahun di musim pancaroba.

“KLB itu, kita tidak bisa membayangkan kapan datangnya penyakit ini. Kan hampir terjadi setiap tahunnya. Sehingga kita tidak bisa katakan kejadian luar biasa,” bebernya.

Dikatakannya, munculnya DBD karena prilaku manusia. Dinkes, sebut dia, ibarat pemadam kebakaran bagi masyarakat yang bakar rumahnya sendiri. Artinya, masyarakat sering membuang sampah sembarangan sementara jentik nyamuk selalu menetap di tempat yang teduh.

“Masyarakat tidak tahu, apakah ada bahan bekas atau pot bunga. Ini semua disebabkan oleh prilaku manusia,” jelasnya.

Ia menguraikan, DBD biasanya terjadi pada saat pertukaran musim. Pancaroba, hujan tidak setiap hari terjadi. Sehingga, bila hujan sehari maka air akan tertampung di sampah plastik dan nyamuk gampang berkembang.

“Nyamuk aides aigepti berkembang pada musim tenang. Kalau hujan sepanjang hari, nyamuk tidak hidup karena tidak ada tempat tenang. Kalau tenang airnya, tunggu sudah itu,” urainya.

Untuk itu, kata dia, dalam menghindari penyakit DBD, masyarakat harus membiasakan pola hidup sehat. Sampah yang ada dibersihkan dan jangan biarkan terjadi genangan air.

“Intinya, pola hidup masyarakat. Rajin olahraga, makan yang sehat dan bersihkan lingkungan sekitar,” sarannya. (r1/lex)

To Top