Headline

“Kalau Dia Maju, Saya Maju”

Asrun

Asrun

# Asrun Tegaskan Siap Lawan Nur Alam

KENDARI, BKK – Wali Kota Kendari Asrun mengisyaratkan akan melawan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam dalam perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) 19 Februari 2016.

Ditemui di kediamannya, Kamis (29/1), Asrun tidak terlihat kaget saat ditanyakan rencana tampilnya kembali Nur Alam mempertahankan dinastinya di PAN Sultra. Ia mengaku, tidak bisa melarang Gubernur Sultra itu untuk maju kembali.

“Mau dilarang juga nggak, kalau dia maju saya juga maju,” tegas Asrun kepada Berita Kota Kendari.

Secara tegas, lanjut Asrun, dirinya tetap akan maju di Muswil PAN nanti. Ia mengaku, tidak ingin pusing dengan pendapat orang di luar soal perebutan partai berlambang matahari terbit itu bersama Nur Alam.

“Saya tetap maju,” tekannya lagi.

Menjadi ketua partai, papar Asrun, orientasinya sudah jelas untuk merebut kekuasaan. Sehingga, tambah dia, tidak salah kalau dirinya ingin memimpin PAN sekaligus untuk memuluskan langkahnya menuju pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

“Apakah tidak benar menjadi ketua PAN untuk jadi gubernur? Coba menurut anda bagaimana?” papar Asrun.

Dikatakannya, memimpin DPW PAN Sultra sekaligus menjadi gubernur, sudah pasti tujuannya untuk membesarkan partai. Menurut dia, target membesarkan partai dengan keinginan menjadi gubernur tidak bisa dipisahkan.

Ia menambahkan, kader yang bisa membesarkan partai adalah yang memastikan posisi sentral di pemerintahan seperti gubernur. Sehingga, jika kader yang tidak lagi memiliki kepentingan maka peluang membesarkan partai sangat kecil.

“Kalau tidak ada kepentingan lagi, maka sekadar untuk apa saja itu (jabatan ketua partai, red),” paparnya.

Untuk itu, tutur Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Kendari ini, bila terpilih menjadi Ketua DPW PAN Sultra dirinya berjanji akan membesarkan partai ini.

“Bahkan lebih besar lagi dari sebelumnya,” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, PAN Sultra mengalami antiklimaks dalam perebutkan kursi kekusaan di beberapa daerah. Meski begitu, Asrun tidak menyebutkan secara detil apakah antiklimaks itu menunjukkan PAN mengalami kemunduran di akhir periode Nur Alam.

“Sekarang, (PAN, red) antiklimaks. Kita kembalikan lagi nanti. Kalau saya dipercayakan saya akan membuat partai ini lebih besar lagi,” tutupnya. (r1/lex)

To Top