Beranda

Eksekusi Lahan di Mataiwoi Nyaris Ricuh

Aksi penolakan eksekusi lahan di Kelurahan Mataiwoi, Kamis (28/01). (Foto Rudy/BKK)

Aksi penolakan eksekusi lahan di Kelurahan Mataiwoi, Kamis (28/01). (Foto Rudy/BKK)

*Puluhan Anak-Anak dan Ibu-Ibu Memblokade Jalan

KENDARI, BKK – Eksekusi lahan di Jalan Khairil Anwar, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kamis (28/01), nyaris ricuh. Masyarakat yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak dibantu mahasiswa memblokade akses jalan menuju lokasi dengan menggunakan dua unit tronton. Mereka telah siap lahir batin melawan alat berat yang diturunkan untuk mengeksukusi rumah-rumah mereka.

Sekitar 200 personel aparat kepolisian disiagakan di lokasi.
Saat ditemui di lokasi kejadian, kuasa hukum pemilik lahan, Hasrun SH mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kendari, yang mau dieksekusi itu hanya tiga rumah namun ternyata kurang lebih 10 rumah.

“Putusan PN itu yang akan dilakukan eksekusi berjumlah tiga rumah saja yakni, Siti Maryam, M Hijas dan Harami Toti dan hari ini yang akan dilakukan eksekusi berjumlah 10 rumah,” katanya.

Dirinya menambahkan, penolakan dikarenakan kepemilikan yang tidak sesuai dan gugatan penggugat pada saat itu tidak tepat pada inti pokok kepemilikan karena semestinya isi dari gugatan itu adalah pemilik lahan bukan kepada ahli waris.

“Inti penolakannya itu karena kepemilikan yang tidak sesuai dan gugatan sang penggugat pada saat itu tidak tepat dan pada isi dari gugatan seharusnya itu yang dugugat adalah pemilik tanah bukan sang ahli waris,” tambahnya.

Masih kata Hasrun, kaitannya dengan Homebase dikarenakan pada gugatan sang pemohon itu berdasarkan pada homebase.

“Kaitannya dengan Homebase itu karena gugatan si pemohon itu berdasarkan pada Homebase, sementara berdasarkan telegram dari pangdam ditambah dengan surat permintaan dari keluarga kejelasan terhadap Homebase itu nyatanya sudah dipulangkan kepada masyarakat kepada pemilik, dan semua itu telah kami pegang untuk dilakukan gugatan kePN nantinya,” ujarnya.

Salah satu pemilik lahan yang akan dieksekusi, Rosneni mengatakan dirinya sempat bertemu dengan oknum TNI di korem dan pihak korem mengatakan tidak ada Homebase di daerah lokasi yang akan dieksekusi.

“Saya sempat bertemu dengan aparat TNI di Korem dan saya menanyakan terkait homebase aparat TNI mengatakan tidak ada Homebase didaerah sini,” katanya.

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Kendari, Komisaris polisi (kompol) Febri mengatakan untuk mengamankan proses eksekusi pihaknya menurunkan satu unit mobil Water Canon, Pasukan Hururaha (PH), Dalmas, Unit Satwa Polda Sultra, Pamidal Polda Sultra, serta Gabungan Intel Reserse Kriminal (Reskrim) Polres dan Polda.

“Jadi langkah yang kita lakukan ini adalah langkah persuasif, artinya kita tetap lakukan persuasif atau pendekatan supaya tidak terjadi gesekan atau hal hal yang tidak diinginkan, tapi kalau nda ada langkah lain, maka kita lakukan tindakan sesuai perintah negara, ” ucapnya.

Setelah melalui beberapa jam aksi dan kuasa hukum tergugat bernegosiasi bersama pihak PN sehingga eksekusi lahan tersebut dibatalkan karena ada kesepakatan antara si penggugat dan tergugat.

Saat ditemui juru sita PN Yusuf Ifas, penundaan eksekusi hari ini dikarenakan adanya kesepakan antara pemohon dan termohon difasilitsi toko masyarakat dan kuasa hukum untuk mencari jalan damai secara kekeluargaan, dan persoalan deal harga itu tergantung dari kesepakatan.

“Hari ini kami menunda eksekusi karena ada kesepakatan antara pihak pemohon dan termohon yang difasilitasi melalui toko masyarakat dan kuasa hukum untuk saling mencari jalan damai, dan persoalan deal-deal haraga itu tergantung dari kesepakatan,” ucapnya

Masih kata Yusuf, dirinya akan melakukan negosiasi dan memberi waktu selama sebulan untuk melanjutkan dan memberitahukan kepada masyarakat. (p5/jie)

To Top