Beranda

Edarkan Sabu-Sabu, IRT Umur 17 Tahun Dibekuk Polisi

Empat tersangka saat diekspos di ruang PID Humas Polda Sultra. (Foto:KASMAN/BKK)

Empat tersangka saat diekspos di ruang PID Humas Polda Sultra. (Foto:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menangkap empat tersangka yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang selama ini beraksi di Kota Kendari. Dari tangan empat tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti sabu-sabu seberat 28,10 gram.

Satu diantara tersangka merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) berusia 17 tahun, inisial RS. Tidak tanggung-tanggung, ditangan wanita yang tinggal di Perumahan Bukit Indah Lorong Mekar Kecamatan Kadia ini, polisi berhasil menyita enam paket sabu-sabu, yakni satu paket bungkusan besar seberat 24,44 gram serta lima paket bungkusan kecil seberat 1,58 gram.

Sementara tiga jaringan lain adalah lelaki masing-masing berinisial Dd (24) warga Jalan AH Nasution Kecamatan Kambu, DS (18) warga Jalan Mawar Punggolaka, dan AS (21) warga Unaaha Kabupaten Konawe.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto mengurai, penangkapan keempat tersangka bermula dari informasi masyarakat.

Menyusul hal itu, Rabu (27/1) petugas Ditresnarkoba langsung melakukan pemantauan terhadap para tersangka. Adalah tersangka Dd yang pertama kali berhasil dilacak dan diketahui keberadaannya oleh petugas. Dd kemudian dibuntuti petugas narkoba dalam perjalanannya dari arah Anduonohu menuju Wuawua.

Pada hari itu juga, tepatnya sekitar pukul 12.30 Wita Dd berhasil di bekuk di Pos Lantas Pasar Baru. Petugas lalu lintas yang bertugas saat itu langsung menghentikan dan menggeledah tersangka Dd. Hasilnya ditemukan membawa satu paket sabu-sabu seberat 0,44 gram.

“Tersangka Dd melanggar lalu lintas di traffic light Pos Pasar Baru. Aparat lalu lintas menghentikannya dan melakukan penggeledahan. Pada Dd ditemukan membawa satu paket sabu. Namun, memang sebelumnya sudah dibuntuti petugas narkoba,” terang polisi yang akrab disapa Narto ini kepada sejumlah jurnalis saat ekspos di ruang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra, Kamis (28/1).

Hasil pengembangan dari Dd, sambung dia, petugas kembali berhasil mencokok tersangka lain, yakni DS. Dia diamankan di Lorong Suzuki Dua Kelurahan Watulondo Kecamatan Puuwatu sekitar pukul 16.30 Wita. Ditangan DS ditemukan dua peket sabu-sabu seberat 1,64 gram.

Tidak berselang lama, bertempat di Perumahan Bukit Indah Lorong Mekar Kecamatan Kadia sekitar pukul 18.00 Wita, petugas berhasil mengamankan dua tersangka sekaligus, yaitu AS dan Rs.

Narto membeberkan, ditangan AS ditemukan barang bukti berupa, satu buah bong, satu timbangan elektrik merek CGH, satu buah pireks kaca bening, dua buah buku tabungan dan slip setoran.

“Dari penangkapan itu petugas menyita sembilan paket sabu dengan berat 28,10 gram,” ujar perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Selain empat tersangka dan barang bukti sabu-sabu, sebut Narto, petugas juga turut mengamankan dua timbangan, tiga hanphone (hp), tiga alat pengisap sabu-sabu (bong), tiga anjungan tunai mandiri (ATM), dua korek api gas, tiga bungkus rokok kosong yang dipakai menyimpan sabu-sabu, uang tunai Rp 165 ribu, tiga dompet, dan satu kartu tanda penduduk (KTP).

“Dengan adanya timbangan mengindikasikan tersangka melakukan jual beli sabu-sabu,” pungkasnya.
Masih kata Narto, selain empat tersangka, petugas juga turut mengamnkan istri AS. Namun, kini masih diperiksa mendalam guna mengetahui ada tidaknya keterlibatannya dalam bisnis barang haram yang dilakoni sang suami. Sedang suami Rs masih buron.

Lebih lanjut dia mengatakan, keempat tersangka dijerat Pasal 132 jo Pasal 114 sub Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (r2/jie)

To Top