PAN Memanas, Abdurrahman Saleh Sindir Asrun – Berita Kota Kendari
Headline

PAN Memanas, Abdurrahman Saleh Sindir Asrun

#Tetap Dukung Nur Alam Maju Muswil

KENDARI, BKK – Kian mendekati pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil), situasi politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra kian memanas. Khususnya antara kubu Nur Alam dengan Asrun.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh melontarkan nada sindiran dalam suksesi musyawarah wilayah (muswil) Partai Nasional (PAN) Sultra.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sultra ini mengaku, memimpin partai bukan untuk berburu menjadi gubernur atau wali kota.

“Kita semua mau membesarkan partai bukan untuk memimpin karena ingin menjadi gubernur atau wali kota,” sindir Abdurrahman saat ditemui di gedung DPRD Sultra, Rabu (20/1).

Ia menambahkan, Muswil PAN Sultra sudah disiapkan secara lahir dan batin. Sehingga, tidak ada masalah dalam prosesnya.

Dikatakannya, secara tegas dirinya tetap menginginkan Nur Alam tetap memimpin partai matahari terbit itu hingga 2020 mendatang.

“Secara pribadi, saya tetap dukung Nur Alam,” tegasnya dengan nada tinggi.

Menurutnya, kepemimpinan Nur Alam sama dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri. Selama memimpin partai ini hingga beberapa periode, partai ini tidak pernah diusik.

“Karena, Mega besarkan partai tidak pernah dicek-cokin kiri kanan,” ujarnya.

Meski tidak jelas siapa yang dimaksudnya, Abdurrahman Saleh mengingatkan kepada kader PAN untuk jangan merasa pintar dan tidak pintar merasa.

“Partai ini, ada yang membesarkan. Bahwa mendorong siapa pun itu sah saja,” paparnya.

Ia menambahkan, kader PAN untuk memimpin DPW cukup banyak bahkan lebih. Ia juga mengaku, perjuangan mendirikan PAN di Sultra cukup berat.

“Saya harap, yang memilih PAN sama dengan dulu kami hanya 18 orang memebsarkan PAN untuk bisa eksis di jazirah Sultra. Yang lalu, kita tidak pernah pikirkan bagaiamana PAN pada 17 tahun ke depan, ternyata saya jadi ketua DPRD,” jelasnya.

Untuk itu, tutur dia, semua kader harus membesarkan partai tetapi bukan tujuan untuk menjadi gubernur atau wali kota.

“Kan banyak cara membesarkan partai, sukseskan pilkada, menangkan pilpres, menggaidens kader lain,” bebernya.

Ia juga menolak kalau PAN saat ini mengkultuskan seseorang termasuk Nur Alam untuk memimpin partai tersebut selamanya. (r1/lex)

To Top