Headline

DPRD Akan Sidak PDAM

Kualitas air PDAM Kota Kendari masih buruk, khususnya untuk wilayah Kecamatan Poasia dan Kambu, seperti dalam gambar yang ini yang dikirimkan warga dari Kel Rahandouna Poasia. (foto: ist)

Kualitas air PDAM Kota Kendari masih buruk, khususnya untuk wilayah Kecamatan Poasia dan Kambu, seperti dalam gambar yang ini yang dikirimkan warga dari Kel Rahandouna Poasia. (foto: ist)

# Soal Masih Buruknya Kualitas Air

KENDARI, BKK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari akan lakukan inspeksi dadakan (sidak) terkait pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari.

Sidak ini berkaitan dengan banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan perusahaan penyalur air bersih itu, mulai dari kualitas air yang buruk bahkan tidak layak konsumsi hingga jadwal distribusi yang semakin tidak teratur.

“Kami akan lakukan sidak terkait kerja PDAM yang tidak profesional. Kemungkinan nanti setelah pulang dari konsultasi,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari, Samsudin Rahim, ditemui di ruangannnya, Rabu (20/1).

Samsuddin Rahim mengaku telah mendapat laporan masyarakat tentang kinerja PDAM ini. Kebanyakan masyarakat mengeluhkan soal kualitas air dan jadwal distribusi.

Padahal, kata dia, konsumen telah membayar mahal tarif air tapi pelayanan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mestinya, lanjut dia, tarif mahal yang menjadi beban bulanan masyarakat berimplikasi pada kualitas pelayanan yang lebih baik.

Karena itu, terkait masalah ini, pihaknya akan melakukan upaya-upaya dalam rangka menata kembali manajemen perusahaan ini.

“Kita cari tahu dulu apa masalahnya sehingga terjadi seperti itu. Nanti setelah itu kita pikirkan langkah-langkah yang harus kita lakukan,” katanya.

Bisa jadi, kata dia, jika misalnya Direktur PDAM tidak mampu lagi menjalankan tugasnya dengan baik maka tidak menutup kemungkinan kita akan usulkan untuk pergantian direktur.

“Kalau ini tidak bisa diperbaiki pelayanannya yang salah adalah pimpinannya, dan nanti kita bisa rekomendasikan pergantian kalau memang tidak memberikan perubahan,” tukasnya.

Salah seorang konsumen PDAM di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Kansa (38) , ditemui terpisah mengatakan, pelayanan PDAM saat ini tidak memuaskan, bukan karena jadwal mengalirnya saja, tapi air yang dialirkan pun tidak layak konsumsi.

“Air yang dialirkan PDAM biar kita mau pake mandi tidak bisa, padahal mahalnya kita bayar tiap bulannya. Kalau begini terus lebih bagus kita gali sumur,” pungkasnya. (m2/jie)

To Top