Ada Warga Sultra di Kamp Gafatar Kalbar? – Berita Kota Kendari
Headline

Ada Warga Sultra di Kamp Gafatar Kalbar?

Kamp pemukiman Gafatar di Mempawah Kalbar dibakar masyarakat karena kesal ormas itu dinggap terlarang, dan anggota Gafatar yang dievakuasi aparat. (foto: JPNN)

Kamp pemukiman Gafatar di Mempawah Kalbar dibakar masyarakat karena kesal ormas itu dinggap terlarang, dan anggota Gafatar yang dievakuasi aparat. (foto: JPNN)

# Polda Sultra Koordinasi dengan Polda Kalbar

KENDARI, BKK- Usai warga membakar pemukiman Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar), terkuak ada ratusan warga pendatang yang menetap di tempat itu guna bergabung dengan organisasi masyarakat (ormas) terlarang.

Menyusul hal itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Drs Agung Sabar Santoso SH MH, langsung memerintahkan jajaran intelijennya untuk melakukan kordinasi ke Polda Kalbar, guna memastikan ada tidaknya warga Sultra yang selama ini hilang bergabung Gafatar berada di Memapawa Kalbar.

Kapolda mengatakan, kini pihaknya telah mengirim foto-foto dan identitas warga Sultra yang selama ini dilaporkan hilang bergabung Gafatar.

“Kita sudah data (orang Sultra hilang). Saya perintahkan Inetelijen untuk kordinasi kesana (Kalbar). Kita sudah kirim indentitas dan fotonya. Kalau memang ada kita minta Pemda (pemerintah daerah) jemput,” ujar jenderal polisi bintang satu ini saat ditemui usai memimpin serah terima jabatab tiga pejebat utama Polda Sultra, Rabu (20/1).

Dalam proses pencarian ini, Agung tak lupa meminta bantuan kepada semua pihak untuk ikut membantu menemukan warga Sultra yang hilang. Bukan hanya warga masyarakat, ia juga meminta bantuan dari awak media.

Sebelumnya Polda Sultra menerima laporan terkait orang hilang di Kota Kendari dan Baubau. Mereka diduga menghilang dan ikut menjadi anggota Gafatar.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto menuturkan, ada empat orang dilaporkan hilang sejak Oktober 2015, masing-masing dua orang hilang di Kendari dan dua lagi di Baubau.

Dua orang yang hilang di Kota Baubau adalah Mukhazabal Fuadum (26), mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta, dan Anwar Sadat (24), mahasiswa Atmajaya Yogyakarta.

Selain itu, dua orang yang hilang di Kendari diketahui membawa serta keluarganya. Mereka adalah Irwansyah (35) yang membawa pergi pula istrinya, Isma, dan tiga orang anaknya Galang, Fandi dan Tasyam serta Nasruddin yang juga membawa istri dan tiga orang anaknya.

Dari Mempawah dilaporkan Ribuan orang yang datang dari berbagai wilayah ini kesal karena evakuasi lambat dilakukan oleh pemerintah setempat. Massa pun semakin beringas.

Maka terjadilah pembakaran kamp Gafatar itu. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Hingga pukul 18.00 WIB tadi, massa masih bersitegang, sehingga suasana kian mencekam di lokasi kejadian.

Aksi massa itu membuat ketakutan bagi eks Gafatar yang berjumlah 749 jiwa. Pantauan di lapangan, anak-anak kecil, bayi, nenek, kakek, ketakutan melihat massa yang semakin tak terkendali.

Aparat keamanan yang ada di lokasi kejadian pun tak bisa berbuat banyak. Padahal, aparat dari Polres Mempawah, Polda Kalbar, dan TNI dipersenjatai lengkap.

Selama berbulan-bulan eks anggota Gafatar tinggal di lahan gambut tersebut. Mantan anggota Gafatar berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Pada waktu yang sama, Bupati Mempawah Ria Norsan menemui massa. Setelah itu mendatangi kamp eks Gafatar.

“Ini mereka tertutup. Suku apa pun datang ke Mempawah, silakan. Asal sesuai prosedur. Ini mobil sudah siap semua. Kami sudah menghubungi ke Menko Polhukam. 749 Warga (eks Gafatar),” ujar Ria Norsan, Selasa (19/1/2016).

“Kapal tujuan ke Semarang dan Surbaya. Kapal milik TNI-AL, besok. Tenang sabar ya. Kita sudah koordinasi. Kapal ini siapnya besok. Tetapi hari ini tetap mengevakuasi. Sebentar lagi mobil meluncur ke sini. Kami siapkan tendanya di Pontianak,” ucap Ria Norsan. (r2-jpnn/lex)

To Top