Polda Periksa Wali Kota Kendari – Berita Kota Kendari
Headline

Polda Periksa Wali Kota Kendari

 Wali Kota Kendari Asrun memberikan keterangan kepada jurnalis usai diperiksa polisi.(Foto: KASMAN/BKK)

Wali Kota Kendari Asrun memberikan keterangan kepada jurnalis usai diperiksa polisi.(Foto: KASMAN/BKK)

# Kasus Pencemaran Nama Baik Keluarga Abunawas

KENDARI, BKK – Wali Kota Kendari Dr Ir H Asrun M Eng Sc telah menghadiri panggilan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam kasus dugaan penghinaan nama Abunawas, Selasa (19/1).

Pantauan jurnali koran ini, orang nomor satu di Kota Kendari ini, datang menghadap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra menggunakan pakaian dinas harian (PDH).

Asrun mendatangi Mapolda Sultra sekitar pukul 09.00 Wita dan langsung memasuki ruang pemeriksaan, yang terletak di gedung people smagling. Sebelum memasuki salat zuhur, tepatnya sekitar pukul 11.30 Wita, ayah dari Adriatma Dwi Putra ini terlihat sudah meninggalkan ruang penyidik sebagai tanda berakhirnya pemeriksaan.

Lalu, Asrun memberikan keterangan terhadap awak media yang telah menunggu di depan gedung pemeriksaan. Kata dia, dirinya hanya memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan penghinaan.

Asrun menjelaskan, dirinya tidak mempermasalahkan pemanggilan tersebut. Pasalnya, sebagai warga negara dirinya berkewajiban menaati hukum serta hal itu juga sebagai contoh bahwa dirinya tetap mematuhi hukum.

“Tidak ada masalah, hanya kita penuhi panggilan teman-teman polisi mengenai penghinaan, tapi sudah selesai. Itu salah satu contoh menaati hukum,” ujar pria yang mengincar kursi Gubernur Sultra ini.

Menurut Asrun, dengan adanya masalah ini dirinya akan tetap bersilaturahim dengan pelapor, yakni mantan Wali Kota Kendari Masyhur Masie Abunawas.

“Oh ya (tetap bersilaturahim, red) kita terbuka aja dari dulu, tidak pernah tertutup. Apa lagi dia saya punya kakak sebenarnya,” jelasnya saat ditanya apakah dirinya tetap bersilaturahim dan berteman dengan pelapor.

“Jadi sudah selesai (diperiksa, red). Perdanya (peraturan daerah) juga sudah jadi, nda usah kita perpanjang cerita,” seru Asrun dihadapan jurnalis.

Ditanya mengenai hal apa saja yang ditanyakan polisi dalam pemeriksaannya sebagai saksi tersebut, Asrun mengatakan, dirinya tidak bisa menyebutkan secara detail, namun untuk lebih lengkapnya bisa ditanyakan kepada penyidik.

“Lebih lengkapnya nanti ditanyakan ke polisi. Yang jelas polisi menanyakan kepada saya, masih sehat atau tidak,” akuhnya.

Masih kata Asrun, kendati masalah itu mendera dirinya, namun tidak mengganggu konsentrasinya dalam menjalankan tugas pokoknya melayani masyarakat Kota Kendari.

“Tida boleh kita merasa begitu (terganggu, red). Sudah tugas kita melayani masyarakat. Jadi kalau dipanggil saya harus datang,” terangnya.

Pemeriksaan Wali Kota Kendari tersebut dibenarkan, Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh.

“Yang bersangkutan (Asrun, red) masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penghinaan,” singkat perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, kemarin. (r2/lex)

Click to comment
To Top