Headline

Menjadikan Hotel Seperti Rumah Sendiri

Isna Hajriani. (Foto: Nirwan/BKK)

Isna Hajriani. (Foto: Nirwan/BKK)

# Isna Hajriani, Assisten Food dan Beverage Grand Clarion Hotel Kendari

Bagi Isna Hajriani, menjadi karyawan profesional hotel membutuhkan tips tersendiri agar bisa enjoy menyelesaikan pekerjaan. Salah satu tipsnya menurut Isna adalah menjadikan hotel seperti rumahnya sendiri.

Laporan: Nirwan, Kendari

Isna Hajriani saat ini menempati posisi Assisten Food dan Beverage Manager Grand Clarion Hotel Kendari, yang bertanggung jawab dalam mengontrol dan penyediaan makanan pembuka di acara resmi bagi tamu hotel.

Menempati posisi ini bagi Isna adalah kesyukuran tersendiri. Dia memulai karir profesionalnya di hotel dari bawah yakni sebagai waitress atau seorang pelayanan (pramusaji) di Grand Clarion hotel di Makassar pada 2007 lalu.

Walaupun menjadi waitress, namun Isna selalu bekerja secara profesional, karena menurutnya, sesuatu pekerjaan yang dikerjakan dengan baik maka menghasilkan sesuatu yang baik.

Berkat keiklasan dan kesungguhannya dalam menjalankan profesinya Isna kemudian diangkat menjadi Asisten Outlet Manager di Grand Clarion Hotel di Makasar. Pada 13 Oktober 2013 Isna pindah tugas di Grand Clarion Hotel di Kendari dengan posisi baru sebagai Assisten Food dan Beverage.

Isna adalah tipe pekerja keras dan fokus pada pekerjaan. Buktinya, akibat keasyikannya bekerja membuat pernikahanya sedikit terlambat. Dia mengaku masih single padahal usia sudah memasuki 27 tahun.

“Pacar saya ada sih, kami jalanin hubungan sudah berjalan dua tahun. Memang kami berdua ini masih fokus untuk menata masa depan. Sebenarnya orang tua saya sudah menyuruh saya untuk menikah, namun hal itu belum bisa saya laksanakan karena kami berdua memang belum kepikiran untuk duduk di pelaminan,” akunya.

Memang dirinya pernah khawatir jangan sampai terlambat sekali menikah, namun dirinya tetap optimis bahwa jodoh manusia itu berada ditangan Tuhan, yang penting terus berusaha pasti bisa menemukan pasangan hidup.

Isna menuturkan, berkarir di perhotelan itu sangat dituntut yang namanya kerapian dan keindahan, sehingga kebanyakan wanita yang bekerja di hotel itu pasti rapih dan penuh dengan estetika dalam dirinya.

Untuk perawatan tubuh, kata dia, dirinya lakukan perwatan sebulan dua kali. Biasanya perwatanrambut dan luluran. Tidak hanya itu untuk menjaga tubuh tetap dalam keadaan bugar dan prima dirinya mewajibkan sehari harus tidur atau istrahat selama enam jam. Biasanya malam hari dirinya harus istrahat paling lambat jam 11 malam.

“Kenapa saya mewajibkan untuk beristrahat selama enam jam karena menurut saya istrahat selama enam jam sudah termasuk pola hidup sehat untuk menjaga kebugaran tubuh saya,” jelasnya.

Isna menceritakan awal mula bekerja di hotel karena tuntutan untuk memenuhi ekonomi keluarga khususnya membantu keluarga. Sehinggat setamat SMA Negeri 1 1 Sungguminasa Makasar mengikuti training Quality Tourism School (QTS), ketimbang melanjutkan kuliah padahal saat itu dia lulus bebas tes di Fakultas Farmasi Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Padahal pasca lulus dari sekolah saya juga dapat bebas tes farmasi di Universitas Makasar, namun karena hendak memiliki penghasilan sendiri saya tidak mengambil untuk melanjutkan kuliah saya dan lebih memilih bekerja di hotel,” ujarnya.

Setelah lulus dalam training QTS, disaat itu pula timbul dibenak Isna untuk bisa berkarir. Apalagi memang berkarir dan menghasilkan uang sendiri menjadi harapannya pada saat itu. Dan kebetulan pasca mengikuti training tepatnya pada 2008 dia langsung diterima bekerja di Grand Clarion Hotel Makassar sebagai waitress.

“Tentu setelah saya dinyatakan lulus masa training QTS, saya merasa bangga dan senang. Bahkan setelah saya dinyatakan lulus dalam tahap training tersebut saya langsung bekerja di salah satu perhotelan yang ada di Makasar,” katanya.

Walaupun saat bekerja di hotel masih mendapat penilaian negatif atau kurang baik dari sebagian orang, namun kedua orang tuanya (ortu) selalu memberikan masukan dan motifasi kepadanya.

“Pada saat itu saya sempat ada sedikit keraguan saya untuk kerja di perhotelan, karena dengan saya bekerja di hotel pasti ada pemikiran segelintir orang menilai negatif profesi saya ketimbang kerja di farmasi,” akunya.

Namun dia kukuh dengan pendiriannya. Dia mengaku bekerja di hotel karena niat baik yakni guna membantu kedua orang tuannya. Meskipun jujur setelah dirinya bekerja di perhotelan waktu bersama keluarga itu sangat kurang, karena jam kerjanya lebih besar di hotel sehingga bisa diibaratkan hotel bagai rumah sendiri.

Isna mengaku sebagai anak ketiga dari lima bersaudara yang semuanya wanita. Ibunya berprofesi sebagai bidan, sedangkan ayahnya sudah almarhum adalah seorang wiraswasta.

Bekerja di Kendari menjadi beban tersendiri bagi Isna, karena merasa jauh dari ibunya, sehingga di waktu-waktu senggang dia manfaatkan berkomunikasi dengan ibunya.

Pada perayaan Hari Ibu Desember 2015 lalu, Isna merasa sedih karena sangat jauh akan sosok ibunya. Sehingga saat itu juga Isna memberikan ucapan selamat kepada ibunya yang telah dengan tulus merawat dan mendidiknya hingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang berbakti selama ini.

Isna mengaku, dengan mendengar suara ibu rasa rindu saya akan ibu bisa terobati.
Isna menyelsaikan Sekolah Dasar (SD) tepatnya di SDN I Rapokaling lalu masuk di SMP di SMPN 2 Sungguminasa, setelah itu masuk di di SMA Negeri 1 Sungguminasa Makasar. hingga dia tamat.***

To Top