Mahasiswa Antikorupsi Desak Polda Tangkap Dr Armandan Andi Firman – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mahasiswa Antikorupsi Desak Polda Tangkap Dr Armandan Andi Firman

#Kasus Gratifikasi CPNS K-1 dan K-2 Bombana

KENDARI, BKK- Sekelompok massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Antikorupsi menantang penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana Andi Firman SE MSi.

Selain Andi Firman, tuntutan yang sama juga mengarah kepada Dr Arman yang tidak lain salah satu tersangka kasus dugaan gratifikasi seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Satu (K-1) dan K-2 Kabupaten Bombana 2013.

Dr Arman masih menjabat sebagai kepala bidang (kabid) pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bombana.

Setelah berorasi sekitar 30 menit di depan Mapolda, perwakilan massa langsung menuju Gedung Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

Di hadapan Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Honesto R Dasinglolo SSos, perwakilan massa menyampaikan tuntutan mereka tersebut.

“Kami minta Ketua DPRD Bombana dan Dr Arman ditangkap,” ujar perwakilan massa dengan suara agak lantang.

Mendengar tuntutan tersebut, Honesto menjelaskan, untuk sementara Andi Firman belum ditemukan bukti keterlibatannya dalam kasus senilai hampir Rp 12 miliar itu.

Sehingga, kata perwira polisi dengan dua melati di pundak ini Andi Firman belum ditetapkan sebagai tersangka. Dengan demikian belum bisa ditahan.

“Kalau Dr Arman memang sudah tersangka, tapi kita tidak tahan karena masih kooperatif,” terangnya.

Lebih lanjut Honesto mengatakan, berkas penyidikan tahap satu Dr Arman telah diserahkan ke jaksa beberapa hari lalu.

“Kalau ada alat bukti yang kita temukan mengenai keterlibatan Andi Firman pasti kita tetapkan tersangka,” sambungnya.

Mendengar alasan tersebut, perwakilan massa langsung meninggalkan ruang Tipikor dengan muka yang agak kusut.

Sebelumnya, Andi Firman telah diperiksa penyidik lantaran disebut membantu mengumpulkan uang sekitar Rp 400 juta dari sejumlah CPNS. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada salah satu anggota keluarga Ridwan. (r2/iis)

Click to comment
To Top