Kasuistika

Lagi, Polisi Bakal Periksa Kadis PU Koltim

#Kasus Penipuan dan Penggelapan Janji Proyek

KENDARI, BKK- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Abdul Haris Baco SPd SSos MM.

Haris Baco dipanggil ulang menghadap penyidik untuk pemeriksaan tambahan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan janji proyek sebesar Rp 800 juta.

“Penyidik memanggil yang bersangkutan (Haris Baco) untuk diperiksa tambahan,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (19/1).

Perwira polsi dengan satu melati di pundak ini menjelaskan, Haris Baco masih diperiksa sebagai saksi. Karena, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan kemungkinan dalam waktu dekat ini sudah bisa dinaikan ke tahap penyidikan.

Ditanya mengenai potensi Haris Baco untuk dijadikan tersangka, Dolfi belum bisa memastikannya. Pasalnya, Haris masih harus menjalani pemeriksaan tambahan. Kemudian dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka.

Dikatakan, sementara terlapor lain, yakni Rizal Hasan alias Ical hingga kini belum diketahui keberadannya. Pria yang juga kemanakan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Sultra berinisial AU ini, sudah dilayangkan panggilan dua kali namun belum menghadiri panggilan.

Diketahui, kasus dugaan penipuan dan penggelapandengan modus janji proyek ini terjadi pada 2014 lalu. Rizal dituding menerima uang Rp 50 juta dari total kerugian yang dilaporkan senilai Rp 800 juta.

Selain Rizal, siasa uang mengalir ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Koltim Haris Baco sebesar Rp 500 juta, dan Risal Hasan sebesar Rp 250 juta.

Dari pengakuan pelapor, saat penyerahan uang memang Rizal tidak mau menandatangani kuitansi, sehingga pelapor melakukan perekaman pembicaraan dirinya dan Rizal menggunakan hanphone (hp).

Namun, bukti rekaman itu masih harus diteliti kebenarannya, dengan cara meminta ahli telematika untuk mengetahui apakah suara tersebut asli suara Rizal atau bukan.

Risal Hasal yang merupakan keponakan dari oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesi (DPR-RI) asal Sultra berinisial UA.

Dari hasil keterangan yang didapat dari Haris, uang yang didapat Risal Hasal itu digunakan untuk membiayai kampanye keluarganya yang kala itu mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI daerah pemiliha Sultra.

Sabri melaporkan Risal Hasan bersama kawan-kawan, yang di dalamnya turut menyeret mantan mantan Pj Bupati Koltim Tony Herbiansyah.

Tony pernah diperiksa di Polda Sultra dalam statusnya sebagi saksi. Kendati demikian, UA dan Tony turut terseret dalam kasus ini, namun sejauh ini penyidik belum menemukan bukti keterlibatan keduanya.

Penyidik juga telah memeriksa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari berinisial Ri sebagai saksi, karena namanya turut disebut menerima uang sebesar Rp 50 juta. Namun, hal itu dibantah langsung oleh Ri. (r2/iis)

To Top