Keluarga Abunawas Tutup Pintu Maaf – Berita Kota Kendari
Headline

Keluarga Abunawas Tutup Pintu Maaf

Masyhur Masie Abunawas (Peci Hitam)

Masyhur Masie Abunawas (Peci Hitam)

# MMA : Asrun Identikan Fam Abunawas Orang Licik

KENDARI, BKK – Masyhur Masie Abunawas (MMA) mengaku telah melaporkan Wali Kota Kendari Asrun ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir September 2015, karena telah menghina famnya.

Ditemui di kediamannya, Selasa (19/1), MMA menilai, pernyataan Asrun sangat menghina nama besar orang tuanya. Pasalnya, Asrun telah mengidentikan Abunawas itu seperti kisah seorang pemuda di negeri Irak yang licik, lihai dan penipu.

“Dia menghina keluarga Abunawas. Ia menyamakan, cerita negeri 1001 mala di Arab Sana, di Irak. Katanya, tidak cocok Abunawas karena lihai licik dan penipu,” protes MMA saat diwawancarai.

Menurut dia, pihak keluarga telah memiliki beberapa bukti pernyataan Asrun yang melecehkan keluarganya. Buktinya, berupa kliping koran dan rekaman. Untuk itu, kata dia, masalah ini tidak bisa didiamkan dan perlu diproses hukum.

“Makanya, setelah kita dengar itu, jangan didiamkan. Saya kebetulan yang tertua, maka kita lapor ke polisi soal penghinaan. Keluarga Abunawas semua tersinggung,” ujarnya.

MMA menambahkan, perubahan nama Rumah Sakit Abunawas menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari bernuansa sentimen politik. Menurutnya, sejak delapan tahun terakhir menjabat, Asrun tidak pernah mempersoalkan nama rumah sakit itu.

“Kenapa baru tahun ini dia persoalkan. Apakah ada masalah politik atau sentimen lain. Tapi, sepertinya ada kaitannya dengan politik,” duganya.

Ia menguraikan, rumah sakit itu diberi nama Abunawas karena desakan masyarakat. Mereka (masyarakat, red) sebut dia, mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk merekomendasikan pergantian nama Puskesmas Pembantu Gunung Jati menjadi Abunawas.

Akhirnya, DPRD Kota Kendari bersama pemerintah bersepakat dan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2001 tentang penamaan RS Abunawas. Selain didukung Perda, RS Abunawas mendapat pengesahan dari Menteri Kesehatan kala itu.

“Tiba-tiba, karena situasi sekarang mulai ramai pencalonan gubernur maka nama itu diubah. Memang, salah satu yang disebut namanya (dalam pencalonan gubernur) pak Lukman Abunawas. Mungkin dia (Asrun) tidak senang di situ,” bebernya.

Ia menambahkan, Abunawas sudah dikenal di Sultra. Ia pernah tugas di Baubau, pernah menjabat Camat di Bombana, Asisten Camat di Kabupaten Muna, Camat Wawotobi dan naik sebagai Kepala Pemerintahan Negeri di Kolaka.

“Kemudian, ditarik terbentuknya Kabupaten Kendari sebagai Badan Pemeerintah Harian (BPH). Saat itu, Bupati Kendari Abdullah Silondae. Setelah habis masa jabatannya (Abdullah Silondae), Abunawas diangkat sebagai Bupati Kendari kedua pada 1968-1973,” paparnya.

“Setelah selesai jadi bupati, diangkat Kepala Inspektorat Provinsi Sultra dan meninggal pada 1975,” tambahnya.

Dikatakannya, selama “perang” tersebut, Asrun tidak pernah datang bicara langsung dengan keluarga Abunawas. Padahal, kata dia, istri Asrun merupakan sepupu satu kali dari MMA.

“Istri Asrun itu saya punya sepupu. Orang tuanya dan orang tua saya saudara kandung,” sebutnya.

Untuk itu, atas ketersinggungan yang terjadi, pihak keluarga telah menutup pintu maaf untuk Asrun. Bahkan, MMA meminta kepada kepolisian untuk memproses laporannya dan memberikan sanksi pidana kepada Asrun.

“Ini pasal penghinaan. Polisi berikan hukuman sesuai aturan hukum penghinaan,” tuturnya. (r1/lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top