H Umar Minta Kepastian soal Ganti Rugi Lahan – Berita Kota Kendari
Beranda

H Umar Minta Kepastian soal Ganti Rugi Lahan

Lahan milik H Umar di Jalan Bunggasi, Anduonohu, yang terkena proyek pelebaran jalan namun masih bermasalah dalam hal ganti rugi lahan. (Foto: Awal/BKK)

Lahan milik H Umar di Jalan Bunggasi, Anduonohu, yang terkena proyek pelebaran jalan namun masih bermasalah dalam hal ganti rugi lahan. (Foto: Awal/BKK)

KENDARI, BKK – Pemilik lahan di ruas Jalan Bunggasi, Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, H Umar, belum merelakan jika lahannya diambil dan dikerjakan untuk pelebaran jalan.

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara berkait ganti rugi lahan miliknya yang terkena perluasan jalan.

“Sampai hari ini belum ada kepastian yang diberikan kepada saya tentang ganti rugi lahan saya ini. Tanah saya itu sekitar seratus meter juga panjangnya. Dulu pernah ada pembicaraan mengenai ini melalui Camat namun hingga hari ini tetap saja tidak ada hasil,” katanya saat bertandang di Kantor Harian Berita Kota Kendari, Senin (18/01) malam.

Ia mengungkapkan, untuk ganti rugi lahannya, Pemprov hanya akan memberinya ganti rugi senilai Rp 250 ribu permeter. Menurutnya, jumlah itu sangat tidak sesuai dari harga NJOP yang ada.

“Kalau harga itu kan sangat jauh dari harga pasar. Tapi sebenarnya saya juga tidak menuntut harga tinggi, asal ada niat baik pemerintah untuk ajak saya bicarakan baik-baik masalah ini. Saya pasti mengerti bahwa ini untuk kepentingan umum. Minimal tidak, mereka hargailah hak saya atas lahan itu, tapi inikan tidak pernah,” tambahnya.

Ia berharap, ada itikad baik dari pemerintah untuk bisa menyelasaikan permasalahan ini agar segera dapat diselesaikan.

“Harapan saya, karena ini demi kepentingan umum maka bisa segera ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal ini. Padahal saya sudah beberapa kali juga inisiatif datang di kantor gubernur mau bicarakan masalah ini tapi seperti tidak digubris,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ruas Jalan Bunggasi terjadi penyempitan akibat proyek pelebaran jalan belum tuntas karena ada persoalan ganti rugi lahan yang belum diselesaikan. (p3/jie)

To Top