Puluhan Preman Digulung – Berita Kota Kendari
Headline

Puluhan Preman Digulung

 

 Kapolsek Kemaraya memberikan arahan kepada anggota sebelum melakukan operasi, dan puluhan pemuda yang terjaring dalam operasi Cipkon. (Foto: Onno/BKK)

Kapolsek Kemaraya memberikan arahan kepada anggota sebelum melakukan operasi, dan puluhan pemuda yang terjaring dalam operasi Cipkon. (Foto: Onno/BKK)

Polsek Kemaraya Gelar Operasi Cipkon

KENDARI, BKK – Puluhan pemuda yang kedapatan sedang pesta minuman keras (miras) ditangkap anggota kepolisian dari Polres Kemaraya dalam operasi cipta kondisi (Cipkon) yang dilakukan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (16-17/1) malam dari pukul 22.00 Wita hingga 03.00 Wita.

Diantara pemuda yang diamankan ada dua diantaranya kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Selain itu mengamankan polisi juga mengaman puluhan botol miras.

Dalam operasi Cipkon aparat Polsek Kemaraya menyisir sejumlah tempat yang dianggap titik rawan, mulai dari lorong-lorong hingga kafe remang-remang. Oreasi Cipkon dengan sasaran premanisme, sajam, narkoba serta miras.

Anggota polisi memulai operasinya di lorong Tabachi, lalu memutar ke Beringin. Setelah itu menyisir tempat-tempat rawan, seperti jalan poros Kendari Beach (Kebi) serta taman Kebi yantg sering terjadi tindak kriminal.

Dalam operasi ini Polsek Kemaraya menggunakan 1 unit mobil patroli sebagian menggunakan kendaraan roda dua, dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kemaraya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dimas Aditya ST dan dilakukan patroli keliling (hunting) di wilayah Kemaraya yang rawan tindak kejahatan.

Adapun yang terjaring dalam opsi cipkon langsung digelandang di polsek Kemaraya.
“Saya minum buat obat capek, karena habis kerja,” kata Adi (23) yang terjaring dalam operasi cipkon.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kemaraya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dimas Aditya ST mengatakan, banyaknya peredaran miras, peredaran anak-anak dibawah umur yang menggunakan miras dan sajam, karena banyak tindak pidana di sekitari Kebi tengah.

“Tujuannya biar keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibnas) di Wilayah kemaraya khususnya,” terangnya.

Masih kata Dimas Aditya, yang diamankan akan tetap diproses, dilakukan BAP alat bukti cukup, terutama yang sajam, kalau yang barang bukti (BB) cuman dilakukan pembinaan dan mirasnya disita pihak kepolisian. (p4/lex)

Click to comment
To Top