12 Warga Sultra Dilaporkan Hilang – Berita Kota Kendari
Headline

12 Warga Sultra Dilaporkan Hilang

AKBP Sunarto

AKBP Sunarto

# Adik Kakak Pernah Perlihatkan Atribut Gafatar ke Orang Tuanya

KENDARI, BKK- Sedikitnya 12 warga Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan hilang dan diduga kuat telah bergabung dengan organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Puluhan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya ini, yakni dua warga asal Kota Baubau kakak beradik yang kuliah di Yogyakarta. Keduanya adalah Mukhazabal Fuadum (26) yang tidak lain mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nasional dan Anwar Sadat (24), mahasiswa Atmajaya.

Orangtua dua mahasiswa tersebut, dr Suhub (60), dalam laporannya mengaku putus komunikasi dengan kedua anaknya sejak Oktober 2015 lalu. Selama ini diketahui anak-anaknya tersbut aktif sebagai pengurus Gafatar Yogyakarta.

Itu terungkap, kedua anakanya tersebut pernah memperlihatkan atribut-atribut Gafatar saat pulang liburan di Baubau.

“Kedua anak itu pernah memperlihatkan aktribut Gafatar pada orangtuanya,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto, Kamis (14/1).

Selain itu, sambung polisi yang akrab disapa Narto ini membeberkan, terdapat dua kepala keluarga (KK) asal Kota Kendari turut dilaporkan hilang dan aktif menjadi pengurus organisasi Gafatar. Dua KK tersebut dikabarkan hilang sejak lima bulan lalu.

Mereka adalah Irwansyah (35) menghilang bersama istrinya Ida serta tiga anakanya, yakni Galang, Fandi, dan Tasya. Kemudian, Nasruddin juga menghilang bersama istrinya dan tiga anaknya.

Dua KK yang berdomisili di Jalan Laode Hadi Lorong Satria Kendari ini diketahui hilang, setelah pria bernama Suhardi yang tidak lain warga BTN Puri Tawang Alun Kendari melapor ke pihak kepolisian.

Narto mengungkapkan, hilangnya 12 warga Sultra tersebut diketahui setelah polisi menerima laporan dari warga pada Rabu (13/1) malam hari. Berselang beberapa jam setelah Kapolda Sultra memberikan keterangan kepada sejumlah awak media pada siang hari.

Inti dari pernyataan Kapolda adalah belum menerima adanya laporan warga Sultra yang hilang untuk bergabung dengan Gafatar. Selain Kapolda juga mengatakan, setelah dibekukan pada 2015 lalu, pihaknya belum melihat adanya aktivitas Gafatar di Sultra.

“Laporannya hilangnya mereka, kita terima pada malam hari (Rabu malam, red). Saat Kapolda memberikan keterangan di hadapn awak media, kami memang belum menerima laporan,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Masih kata Narto, setelah menerima laporan tersebut, tindakan yang akan diambil pihak Polda Sultra adalah melaksanakan penyelidikan terhadap pengurus Gafatar Kota Kendari, yg saat ini Kantor dan pengurusnya sudah tdk aktif lg sejak pemberitaan Gafatar sebagai oraganisasi terlarang.

Kemudian, sebut mantan Kapolres Muna ini, mencari biodata dan foto-foto orang hilang itu melalui pelapor maupun keluarganya untuk dikirim dan dikoordinasikan dengan Polda Daerag Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Polda lain, yang diduga tempat keberadaan yang bersangkutan. Dan melakukan kordinasi dengan pihak pihak terkait dalam hal ini Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk menindaklanjuti larangan organisasi Gafatar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk peduli dan waspada terhadap organisasi dan perkumpulan yang disinyalir menyimpang dari aturan. Jika ada keluarga atau tetangga yang menghilang segera melapor ke pihak kepolisian agar ditindaklanjuti,” imbau Narto.(r2/lex)

Click to comment
To Top