Headline

Punya 12 Wanita Bertarif Rp 2 Juta

Tersangka Ha yang berprofesi sebagai mucikari saat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Sultra.(Foto:Kasmna/BKK)

Tersangka Ha yang berprofesi sebagai mucikari saat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Sultra.(Foto:Kasmna/BKK)

Data:
Praktek Prostitusi Via SMS di Kendari:
– Mucikari berinisial LMH alias Ha
– Miliki 12 perempuan pekerja seks komersial (PSK)
– Tarif antara Rp 1, 5 – 2 juta sekali kencan per orang
Cara transaksi:
– Calon pemesan menghubungi Ha melalui telepon atau SMS
– Ha mengirim foto bersama identitas PSK ke HP calon pemesan
– Jika pemesan oke, Ha mengontak PSK dan menentukan tempat

# Tergiur Penghasilan Fantastis Bencong Jadi Mucikari

KENDARI, BKK – Tergiur dengan uang banyak yang datang secara instan, membuat LMH alias Ha (23) beralih profesi dari pelayan kafe menjadi mucikari atau penghubung antara wanita pekerja seks komersial (PSK) dengan pria hidung belang.
Tidak tanggung-tanggung penghasilan Ha cukup fantastik, yakni antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta perbulannya.
Alasan ini terungkap setelah beberapa awak media menemui tersangka Ha di sela-sela usai menjalani pemeriksaan tambahan dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (13/1).
“Alasannya (menjadi mucikari, red), saya hanya tergiur mendapat uang banyak dan cepat,” ujarnya dengan nada polos.

Sebelum memutuskan banting setir menjadi mucikari, Ha pernah menjalani beberapa pekerjaan, yakni pernah menjadi pelayan salah satu tempat hiburan malam (THM) karaoke di Kota Kendari. Berbekal pengalaman, ditambah lagi ada beberapa pria hidung belang yang meminta dicarikan wanita, membuat Ha tergoda.

Tepat pada 2008 silam, Ha memutuskan beralih profesi menjadi mucikari. Sempat vakum beberapa tahun, dan kembali aktif menjalaninya pada 2013 hingga sampai tertangkap, Ha sudah mempunyai 12 wanita yang selalu dijual pada para pelanggang yang kebanyakan pengusaha.

Empat dari wanita jajakan itu berstatus sebagai janda, sedang lainnya merupakan wanita yang memang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran.

“Perbulannya, saya dapat Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Para pelanggan rata-rata pengusaha,” akuhnya.
Dalam semalam Ha mengaku sedikitnya menjajakan tiga wanita ke pria hidung belang. Pada setiap kali transaksi, Ha memasang tarif Rp 2 juta atau paling renda Rp 1,5 juta perorang. Dari transaksi itu, Ha bisa meraih untung sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dari setiap wanita yang sudah laku.

Lebih lanjut Ha memeberkan, dirinya hanya menunggu dihubungi para pelanggan melalui telepon selulernya tiap malamnya. Lalu, dia menghubungi wanita yang telah dipesan tersebut, sesuai dengan gambar foto pilihan yang dikirim Ha kepada pelanggan sebelum proses kesepakan terjadi.

Kepala Unit (Kanit) I Subdirektorat (Subdit) III Ditreskrimum Polda Sultra Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subangi mengatakan, penangkapan terhadap mucikari bersama tiga PSK yang masing-masing berinisial Fi (23), An (23), dan Si (23) ini berawal dari penyelidikan dan adanya informasi dari masyarakat, yang mengetahui adanya praktek prostitusi.

“Tersangka Ha menawarkan wanita ke pelanggan melalui SMS dan telepon,” ternganya.
Masih kata Subangi, selain mengamankan empat pelaku, pihaknya turut mengamankan beberapa barang bukti prostitusi. Diantaranya, hanphone (hp) yang digunakan mucikari berhubungan dengan pria hidung belang serta uang hasil penjualan wanita sebesar Rp 3,6 juta.

Ditanya mengenai tiga PSK yang diamankan bersamaan dengan mucikari, Subangi mengatakan, ketiganya telah di pulangkan. Karena mereka hanya dijadikan sebagai saksi.

“PSK sementara kita jadikan saksi, mereka kita sudah pulangkan karena mereka (PSK, red) hanya sebagai korban penjualan dari mucikari,” pungkanya.

Untuk diketahui, petugas Ditreskrimum Polda Sultra berhasil menjaring empat pelaku prostitusi di Kota Kendari. Keempatnya adalah satu orang mucikari Ha 23, serta tiga PSK, yakni Fi, An, dan Si.

Terjaringnya para pekerja portitusi ini setelah polisi melakukan razia pada Senin (11/1) hingga, Selasa (12/1) dini hari. Dalam razia ini polisi memakai sitem undercover boy atau penyamaran, dengan berpura-pura sebagai pelanggan.

Pantauan jurnalis koran ini, kempatnya diamankan di salah satu hotel mewah di Kendari. Swiss-belHotel. tepatnya, di kamar 219 dan 232, petugas yang melakukan razia melakukan penggerebekan. (r2/lex)

To Top