Kasuistika

Polda Rahasiakan Identitas Tersangka Tambahan

#Kasus TPPU CPNS K-2 Muna 2013

KENDARI, BKK- Penyidik kepolisian memastikan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Dua (K-2) Kabupaten Muna 2013.

Kasus ini ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra)

“Kemungkinan lebih besar ada tambahan tersangka dalam kasus dugaan TPPU ini,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (12/1).

Hanya saja, sambung dia, identitasnya masih dirahasiakan, karena masih butuh pendalaman lebih jauh lagi. Kepastian itu diungkapakan, setelah tersangka Kamarudin alias La Pato diganjar dengan Pasala TPPU.

Untuk diketahui, munculnya indikasi TPPU tersebut terkuak setelah keterangan beberapa saksi bahwa jumlah uang yang beradar sebagai “mahar” kelulusan cukup fantastik, yakni sebesar Rp 10,6 miliar.

Besarnya yang berdar pada CPNS Muna itu mencuat setelah La Pato ditangkap.
“Nyanyian” La Pato mengungkapkan, bahwa uang yang beredar dalam seleksi CPNS K-2 Muna yang dikumpulkan La Irian bukan hanya Rp 1,4 miliar, namun mencapai Rp 10,6 miliar.
Menyusul hal itu, penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan BKD Muna La Irian, yang sudah menjadi terpidana dalam kasus serupa.
“Bukan hanya sebanyak itu (Rp 1,4 miliar) tapi hampir Rp 11 miliar yang dikumpul oleh dia (La Irian, red),” pungkas La Pato, saat ditemui di sela-sela pemeriksaan, Senin (9/11).
Uang hampir Rp 11 miliar yang diterima dari La Irian tersebut, sambung dia, diterima secara bertahap tidak kurang dari 10 kali. Saat menyerahkan uang ke La Pato, La Irian selalu ditemani La Sumala, yang merupakan ajudan pribadi semasa La Irian menjabat Kepala BKD Muna.
Dan, akhirnya La Sumala juga turut ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sultra.
“Kalau dia (La Irian) sudah kumpul uang di Raha, berangkat lagi di sini (Kendari) bersama La Sumala menyerahkan uang sama saya. Selanjutnya, uangnya kita bawa ke Jakarta sama-sama La Sumala,” akunya.
Masih kata La Pato, sebelum berangkat untuk menyerahkan uang ke oknum pegawai Kementeria Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), uang yang ambil dari La irian tersebut terlebih dahulu dipindahkan ke rekening miliknya. (r2/iis)

To Top