Aneka

Operasi Prostitusi di Hotel, Polda Dapat Mucikari dan Tiga PSK

Haris dan tiga PSK yang diamankan polisi di Swiss-belHotel. (Foto: Kasman/BKK)

Haris dan tiga PSK yang diamankan polisi di Swiss-belHotel. (Foto: Kasman/BKK)

KENDARI, BKK- Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaring empat pelaku prostitusi di Kota Kendari.

Kempatnya adalah satu orang muncikari atau penghubung antara wanita pekerja seks komersial (PSK) dengan pelanggan bernama Haris (23), serta tiga PSK, yakni Fita(23), Ana(23) dan Sindi(23).

Kempatnya diamankan di salah satu hotel mewah di Kendari. Swiss-belHotel.

Terjaringnya para pekerja portitusi ini setelah polisi melakukan razia pada Senin (11/1) hingga, Selasa (12/1) dini hari. Dalam razia ini polisi memakai sitem undercover boy atau penyamaran, dengan berpura-pura sebagai pelanggan.

Pantauan jurnalis koran ini, tepat di kamar 219 dan 232, petugas yang melakukan razia melakukan penggerebekan. Satu dari tiga PSK yang tertangkap kedapatan sedang tidak menggunakan sehelai kain pun di badan.

Akhirnya, salah seorang polisi wanita (polwan) yang hendak melakukan penggeledahan terhadap PSK, terlebih dahulu membawanya di kamar mandi untuk memakai pakaian.

Penggerebekan itu sempat mendapat perlawanan dari Haris bencong yang berperan sebagai muncikari. Sebelum petugas melakukan penggerebekan, Haris sempat menghalang-halangi, dan mencoba meyakinkan polisi bahwa di tempat tersebut tidak ada praktik portitusi.

Namun, karena polisi sudah melakukan penyelidikan matang sebelum turun di tempat kejadian perkara (TKP), sehingga tidak terpengaru dengan perkataan sang muncikari tersebut.

Polwan pun langsung diperintahkan melakukan pemeriksaan pada beberapa kamar yang ditengarai ada wanita pencinta pria hidung belang.

Hasilnya, polisi mengamankan tiga PSK, berikut barang bukti uang tunai dan hanphone (hp) dari muncikari. Selanjutnya, keempatnya digelandang ke Mapolda Sultra untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya.

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh membenarkan hal tersebut.

Kata dia, keempatnya sedang menjalani pemeriksaan penyidikt Ditreskrimsus.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini menambahkan, hingga kini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni muncikari.

“Saat ini (kemarin, red) mereka masih menjalani pemeriksaan,” ujar Dolfi saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/1).

Dia mengurai, terkuaknya para muncikari dan PSK tersebut bermula dari polisi yang menyamar sebagai pelanggan. Kemudian membayar muncikari atau membayar perempuan yang hendak dipesan.
“Saat si muncikari dan PSK tersebut menerima uang barulah polisi melakukan penangkapan,” tambahnya.
Lebih lanjut Dolfi mengatakan, tersangka dijerat dengan Undang Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Haris yang berperan selaku muncikari mengatakan, dirinya hanya menawarkan sejumlah PSK kepada para pelanggan. Jika berminat, pelanggan dan dirinya bertemu untuk melakukan transaksi. Tarif yang ditawarkan Haris kepada pelanggannya berkisar antara Rp 700 Ribu hingga Rp 2 juta.

“Kalau tarifnya Rp 2 juta saya ambil Rp 1 juta,” sebut Haris. (r2/iis)

To Top