Ketua KPU Cairkan Rp 1 M, Disimpan di Rekening Pribadi – Berita Kota Kendari
Headline

Ketua KPU Cairkan Rp 1 M, Disimpan di Rekening Pribadi

Mantan Ketua KPU Kota Kendari Syam Abdul Jalil (kanan) dan Reskianti (kiri) saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. (foto: Rudy/BKK).

Mantan Ketua KPU Kota Kendari Syam Abdul Jalil (kanan) dan Reskianti (kiri) saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. (foto: Rudy/BKK).

# Fakta Baru Persidangan Korupsi KPU Kota Kendari

KENDARI, BKK – Sidang lanjutan kasus korupsi danah hibah pemilihan walikota Kendari 2012 lalu berlangsung seru dan tegang di Pengadilan Tipikor Kendari, Selasa (12/1).

Menariknya lagi dalam sidang itu terungkap fakta jika Syam Abdul Jalil saat menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari pernah mencairkan dana sebesar Rp 1 miliar dari rekening KPU Kota Kendari di Bank Mandiri Syariah tanpa sepengetahuan bendahara Purbatin. Dana tersebut kemudian disimpan di rekening pribadi Syam Abdul Jalil di Bank Artha Graha.

Fakta ini terungkap dalam keterangan staf bendahara KPU Kota Kendari, Reskianti, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut bersama mantan Ketua KPU Kota Kendari, Syam Abdul Jalil.

Reskianti dihadirkan sebagai saksi atas permintaan jaksa penuntut umum (JPU), Herlina SH dalam persidangan yang dipimpin Purwanto S Abdullah SH, didampingi hakim anggota Yoen Efri SH dan Kusdarwanto SH.

Di hadapan majelis hakim Reskianti menjelaskan, dia pernah disuruh Syam Abdul Jalil untuk menemani Muliadi (supir pribadi Syam) melakukan pencairan anggaran dari rekening KPU Kota Kendari di Bank Mandiri Syariah senilai Rp 1 miliar tanpa sepengetahuan bendahara Purbatin.

“Setelah melakukan pencairan, saya disuruh Pak Syam untuk menyimpannya di Bank Artha Graha atas nama Syam Abdul Jalil, tanpa melalui proses pencataan di buku kas keuangan KPU Kota Kendari,” kata Reskianti.

Reski juga mengungkapkan, jika dia pernah melakukan pencairan anggaran sebesar Rp 88 juta atas perintah Ketua KPU lalu menyerahkan kepada Muliadi dengan alasan untuk perawatan bangunan kantor tanpa membuatkan LPj.

Dalam sidang itu juga, Reskianti mengaku pernah diperintahkan terdakwa Purbatin untuk meminta laporan pertanggungjawaban (LPj) dari tiap-tiap komisioner KPU Kota Kendari, namun para komisioner tidak memberikan bahkan tidak membuat LPj dalam melakukan perjalanan dinas.

Setelah Reskianti memberikan keterangan lalu dipersilahkan keluar dari ruang sidang, dan hakim meminta giliran saksi lain Syam Abdul Jalil yang tak lain adalah mantan Ketua KPU Kota Kendari memberikan keterangan.

Ketika hakim mengklarifikasi pernyataan Reskianti soal pencairan dana Rp 1 miliar lalu disimpan di rekening pribadinya, Syam Abdul Jalil membantahnya. Syam menyatakan tidak pernah menyuruh Reskianti untuk melakukan pencairan dara Rp 1 miliar itu.

Mendapatkan keterangan berbeda antara Reskianti dan Syam Abdul Jalil, hakim lalu meminta JPU untuk menghadirkan kembali Reskianti dalam ruang sidang.

Ketika Reskianti diminta keterangannya lagi soal pencairan anggaran Rp 1 miliar, dia dengan tegas menyatakan keterangan itu benar. Saat itu Syam Abdul Jalil tampak tertunduk.

Saat hakim mempersilahkan Syam memberikan keterangan, dia akhirnya mengakui jika Reskianti untuk mencairkan anggaran KPU sebesar Rp 1 miliar dan dipindahkan ke rekening pribadinya.

Bukan saja itu, Syam juga langsung menjelaskan jika dia pernah mencairkan anggaran Rp 300 juta dari rekening KPU di Bank CIMB Niaga. Dari jumlah tersebut, jelas Syam, Rp 290 juta diserahkan kepada Purbatin dan Rp 10 juta dia gunakan dalam perjalanan dinas di Jakarta.

Pernyataan Syam itu langsung dibantah Purbatin ketikan dipersilahkan hakim memberikan keterangan. “Saya tidak pernah menerima uang Rp 290 juta seperti yang dikatakan saudara saksi (Syam) tadi, dan persoalan rekening di Bank Artha Graha dan Bank CIMB Niaga saya tidak mengetahui kenapa Syam membuka rekening itu dengan mengatas namakan KPU, sementara di rekening tersebut atas nama pribadinya. Kalau persoalan rekening di Bank Artha Graha memang Syam pernah meminta kepada saya, tetapi saya menolaknya untuk membuka rekening di bank tersebut, ” tegas Prubatin.

Usai sidang saat ditemui Purbatin sempat mengeluarkan air mata karena merasa terharu dengan kesaksian yang diberikan Reskianti yang berani membongkar keterangan di luar dari sepengetahuan dirinya.

“Saya merasa terharu dengan kesaksian yang diberikan Reski dalam persidangan tadi karena berani memberi keterangan bahkan fakta baru yang diluar dari apa yang saya ketahui, apalagi soal uang sebanyak Rp 1 miliar itu saya tidak mengetahui kenapa bisa ada di rekening Bank Artha Graha, itu diluar dari sepengetahuan saya,” tutupnya. (p5/lex)

To Top