Dua Kelas Sosial Satu Tarif Masuk, Otoritas Pelabuhan Baubau Didemo – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Dua Kelas Sosial Satu Tarif Masuk, Otoritas Pelabuhan Baubau Didemo

BAUBAU, BKK- Sejumlah massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemerhati Masyarakat Kota Baubau (APMKB) menggelar aksi demonstrasi di depan Pelabuhan Murhum Baubau, Selasa (12/01), memprotes tarif masuk pelabuhan.

Demonstran menilai tarif masuk tidak sesuai aturan. Koordinator aksi, Amran Halim menyebut, di Pelabuhan Baubau terdapat dua spesifikasi pelabuhan, yakni pelabuhan kelas I dan pelabuhan rakyat.

Para penumpang yang masuk pelabuhan, siapa pun harus membayar uang masuk sebesar Rp 4.000, setelah itu diminta lagi dengan jumlah yang sama saat masuk ke ruang tunggu.

Hal itu, kata dia, justru memberatkan masyarakat Kota Baubau.

“Ok kalau pelabuhan kelas I cocok, tapi bagaimana dengan penumpang yang akan berangkat ke Wakatobi,” tuturnya.

Ia menuturkan, berdasarkan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beberapa waktu lalu, beberapa anggota dewan menyatakan, memang di Pelabuhan Murhum terdapat dua jenis pelabuhan.

Namun menurut pihak Kesatuian Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Baubau, itu disatukan.

“Ini, kan, kontradiksi antara dewan dengan pihak syahbandar,” katanya.

Untuk itu, demonstran meminta pihak pelabuhan membuat dua pintu masuk; untuk para penumpang pelabuhan kelas I dan pelabuhan rakyat, khususnya untuk kapal-kapal penyeberangan antarpulau.

Amatan di lapangan, massa yang ingin bertemu dengan pihak KPLP Baubau dihalang-halangi anggota kepolisian yang berjaga. Sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dengan aparat kepolisian. (k2/iis)

Click to comment
To Top