Pimpinan Tak Ada, Wagub Kecewa Berat – Berita Kota Kendari
Headline

Pimpinan Tak Ada, Wagub Kecewa Berat

HM Saleh Lasata

HM Saleh Lasata

# Rapat Banmus Membahas Sejumlah Raperda Batal

KENDARI, BKK – Rapat Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) batal dilaksanakan, Senin (11/1), karena seluruh pimpinan di gedung rakyat itu tidak berada di tempat.

Padahal, rapat Banmus yang sedianya membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda) ini, dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sultra HM Saleh Lasata dan beberapa satuan kerja pemerintah daerah (SKPD).

Tidak hadirnya pimpinan yang berujung pada pembatalan rapat, membuat para undangan kecewa berat.

Wagub Saleh Lasata misalnya. Raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa kecewannya di hadapan awak media. Meski menolak untuk memberikan penjelasan lebih detil, orang nomor dua di Sultra ini mengucapkan banyak keluhan saat diminta tanggapannya.

“Sangat kecewa lah,” kata Saleh Lasata.

Menurut Saleh Lasata, kejadian ini sudah kali kedua di DPRD Sultra. Tanpa menyebutkan kapan waktunya kejadian pertama, purnawirawan Jenderal TNI ini sedikit kesal dengan ulah para pimpinan wakil rakyat.

“Ini sudah kali kedua kayaknya,” singkat Saleh Lasata sembari meninggalkan awak media.

Bukan hanya Saleh Lasata, beberapa unsur Forum Koordinasi Musyawarah Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, terlihat kecewa saat meninggalkan gedung rapat paripurna DPRD Sultra. Meski tidak menjelaskan langsung kepada wartawan tentang batalnya rapat, raut wajah undangan tidak biasanya.

Di DPRD Sultra, dari empat kursi pimpinan tinggal dua orang yang memiliki legalitas. Yakni, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Nursalam Lada selaku wakil ketua. Sedangkan dua orang pimpinan lainnya, Wahyu Ade Pratama Imran dan Muhammad Endang SA sudah mengundurkan diri karena maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 lalu.

Tidak adanya unsur pimpinan dalam rapat Banmus ini, diakui Kepala Bagian (Kabag) Humas, Protokoler dan Persidangan DPRD Sultra Robert Piter Raru. Menurut Robert, dewan sudah mengagendakan lebih awal rapat tersebut.

Namun, dua pimpinan lebih fokus melaksanakan tugas partai.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh lebih memilih mengurus rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra. Dia merupakan ketua stering comite pada Muswil PAN Sultra.

Karena sibuk melaksanakan tugas partai, sebut Robert, Abdurrahman memberikan mandat kepada unsur pimpinan lainnya Nursalam Lada. Hanya saja, beber Robert, Nursalam dipanggil oleh partainya untuk mengikuti rapat kerja nasional (rakernas).

“Pada hari Jumat, ada rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sehingga, konsekuensinya tidak ada unsur pimpinan. Kita di sini, kekurangan dua orang pimpinan sekarang,” beber Robert.

Menurut Robert, pihaknya tidak memiliki hak melarang pimpinan untuk keluar daerah yang berhubungan dengan tugas partai. Sekretariat angkat tangan bila diperhadapkan dengan kepentingan partai masing-masing.

“Kalau soal partainya, tidak ada hubungannya dengan kita. Kita tahu itu perintah partainya untuk ikut rakernas,” jelasnya.

Rapat yang sempat tertunda itu, lanjut Robert, akan dijadwalkan kembali oleh Banmus DPRD Sultra. Mengenai waktu, Robert belum mengetahui kapan jadwalnya.

“Kita akan konsultasi dengan pimpinan kapan dijadwalkan kembali,” ujarnya.

Dia menyebutkan, rapat Banmus DPRD Sultra hari ini sedianya membahas tiga raperda prakarsa dewan yakni perubahan peraturan aspal Buton, perkebunan kelapa sawit dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. (r1/lex)

To Top