Lima Paslon Bacakan Gugatan di MK – Berita Kota Kendari
Headline

Lima Paslon Bacakan Gugatan di MK

006227900_1443515103-mk-3JAKARTA, BKK – Mahkmah Konstitusi (MK) mulai menggelar sidang terbuka pendahuluan perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sultra, Kamis (7/1).

Dalam sidang perdana hari pertama agendanya adalah pembacaan gugatan dari pasangan calon (paslon) penggugat dari lima kabupaten, yakni  Konawe Utara (Konut), Buton Utara (Butur) , Muna, Wakatobi, dan Konawe Kepulauan (Konkep).

Pengacara paslon LM Rusman Emba – Abd Malik Ditu (Rumah Kita), Dr LM Bariun SH MH  melaporkan dari Jakarta, sidang dimulai pukul 16.00  hingga 19.00 WIB, secara berturut para kuasa hukum penggugat dari lima kabupaten membacakan gugatannya.

Paslon Aswad Sulaiman – Abu Haera melalui pengacaranya Amin Manguluang SH MH, lalu Muh Ridwan Zakariah – La Djiru kuasa hukumnya Didi Supriyanto SH MHum, Rumah Kita melalui kuasa hukum Dr LM Bariun SH, Haliana – Muh Syahwal (Wakatobi) kuasa hukumnya Safarullah, dan Nur Sinapoy – Abdul Salam (Konkep) diwakilkan kepada  kuasa hukumnya Dr Abd Rahman SH MH.

Sidang pembacaan gugatan ke lima daerah tersebut  dipimpinan hakim Patrialis Akbar.

Usai mendengarkan gugatan para pemohon, kemudian menutup sidang dan kembali mengagendakan sidang lanjutan pada Rabu (13/1) mendatang. Agendanya adalah mendengarkan jawaban dari tergugat KPU dan pihak terkait dalam hal ini palon pemenang.

Usai sidang ditutup melalui telepon selulernya Bariun mengatakan, jika gugatan paslon yang didampinginya Rumah Kita bakal dikabulkan hakim MK.

Alasannya, kata Bariun didamping memenuhi syarat formil juga berdasarkan fakta-fakta yang mereka beberakan banyak terjadi pelanggaran.

“Banyak tuntutan kami, tapi yang paling signifikan adalah dilakukan pemilihan ulang untuk empat kecamatan, karena terjadi pelanggaran secara sistematis,” kata Bariun.

Dia menguraikan, di Kecamatan Marobo terjadi pelanggaran mobilisasi pemilih dari luar daerah (Buton Tengah) melalui surat keterangan tempat tinggal (SKTT).

Lalu di Kecamatan Tongkuno Selatan (Tongsel) terjadi penghalangan-halangan menggunakan hak pilihnya bagi pendukung Rumah Kita.

“Pendukung paslon lain diberi keleluasaan memfotocopy KTP, sementara pendukung Rusman dihalangi. Dan seperti ini melanggar aturan, mestinya sesuai ketentuan minimal dua hari sebelum pencoblosan, tapi ini dilakukan satu jam menjelang pencoblosan,” katanya.

Lalu di Kecamatan Laiworu dan Katobu  terjadi pemilih ganda, dimana satu orang pemilih menggunakan hak pilihnya hingga tiga kali.

“Makanya kami menuntut pemilihan ulang di empat kecamatan ini, karena sangat signifikan atas berkuranganya suara dari Rumah Kita,” katanya.

Ketika ditanya soal menghadapi tim pengacara dari Dokter Pilihanku dari kantor pengacara Hamdan Zoelva yang tak lain adalah mantan Ketua MK, Bariun menyatakan tak gentar.

“Justru bagus, karena yang kita lawan adalah mantan Ketua MK. Yang seharusnya secara etis tidak boleh,” katanya.

Mengenai masuknya Bariun sebagai pengacara Rumah Kita yang sebelumnya tidak masuk, menurutnya, secara tiba-tiba dia diminta paslon Rumah Kita untuk jadi pengacara mereka.

“Awalnya saya hanya menjadi pengacara paslon penggugat di Nabire. Kita ini kan lebih dipercaya di daerah lain daripada daerah sendiri. Namun tiba-tiba saya langsung dihubungi dan diminta menjadi pengacara Rumah Kita,” katanya. (lex)

Click to comment
To Top